Percaya

Setelah jadi orang tua, saya baru paham bahwa yang paling diinginkan seorang anak adalah rasa percaya dari ayah bundanya.

Percaya bahwa si anak pada akhirnya pasti akan makan jika dia sudah mau.
Percaya bahwa pada akhirnya si anak akan bisa jalan setelah jatuh berkali-kali.
Percaya bahwa si anak nantinya akan bisa bicara, membaca, dan menulis.
Dan hal-hal lainnya.

Dan ketika si orang tua telah menjadi kakek nenek, rasa percaya kepada si anak (yang telah berubah status menjadi orang tua) juga tetap penting.

Percaya dengan makanan yang diberikan orang tua kepada anaknya.
Percaya dengan pilihan si orang tua yang mungkin tidak ingin menitipkan anak ataupun menggunakan baby sitter / asisten rumah tangga.
Percaya dengan metode pengasuhan yang mereka jalankan (yang tentunya terus berkembang tidak seperti masa lalu).

Kalau salah, atau ada apa-apa, terus gimana? Ya cobalah untuk tetap percaya kepada kami. Biarkanlah kami sebagai orang tua yang masih baru ini untuk belajar bagaimana mengandle masalah, seperti halnya orang tua kami belajar ketika dulu anak-anaknya mengalami sesuatu. After all, bukankah manusia memang tempatnya salah dan khilaf? Dan kesalahan itulah yang membuat kita semua belajar kan?

Kesimpulannya, kalau si anak tidak diberi kesempatan dan kepercayaan untuk belajar, lantas kapan si anak akan berkembang dan menjadi lebih baik? Mari sadar akan porsi masing-masing, sebagai anak ataupun orang tua.

Semangat pagi 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s