Catatan Perjalanan Dua Ribu Empat Belas

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada saya dan kita semua hingga saat ini. Tak terasa, 2014 sudah berlalu dan hari ini telah memasuki hari kedua di 2015. Buat saya, tahun 2014 kemarin adalah tahun yang penuh warna dan cerita. Banyak perubahan besar saya alami di tahun ini. Untuk itu, saya mencoba merangkum highlights perjalanan hidup saya di tahun 2014 lewat catatan ini. Harapannya, semoga catatan ini bisa menjadi kenangan manis untuk saya serta istri dan juga menjadi inspirasi bagi siapapun yang membaca. Happy reading!

  1. Dari Jomblo Jadi Suami

Tujuh belas hari memasuki tahun 2014, salah satu perubahan terbesar terjadi dalam hidup saya. Saya mengganti status di KTP saya dari “belum menikah” menjadi “menikah”. Adalah seorang Shauma Lannakita, Kitty panggilannya, yang dengan segala kesabaran dan penuh kasih sayang bersedia menerima saya apa adanya menjadi pendamping hidupnya. Lewat proses perkenalan yang terbilang singkat, akhirnya kami mengucap janji suci untuk saling menjaga dan melengkapi satu sama lain. Prosesi pernikahan dilengkapi dengan resepsi di Medan pada 18 Januari 2014 dan ngunduh mantu di Jakarta seminggu setelahnya. Alhamdulillah, keputusan ini adalah salah satu keputusan terbaik dalam hidup saya. Kami berdua bisa memulai segalanya dari bawah, dari nol. Kami berdua percaya bahwa menikah adalah salah satu jalan pembuka rejeki dan hal ini terbukti benar adanya, karena sejak kami menikah segala hal yang kami hadapi seakan dimudahkan jalannya oleh Allah. Alhamdulillah sekali lagi. And by the way, if you guys recognize it, we’re celebrating our first wedding anniversary in two weeks! Doakan kami menjadi keluarga yang Sakinah, Mawadah, warohmah ya🙂

Almost one year ago :) (Dokumentasi Pernikahan Aga-Kitty)

Sumber : Dokumentasi Pernikahan Aga-Kitty

  1. Satu tahun kerja, akhirnya pergi

Tanggal 1 Maret 2014 adalah tepat satu tahun saya bekerja di kantor lama saya. Sejujurnya, saya tidak menyangka bisa survive di tempat kerja saya ini. Beban kerja yang cukup tinggi dan suasana kerja yang baru setelah lulus S1 membuat saya agak kaget di awal-awal masa kerja. Namun pada akhirnya saya bisa menyesuaikan diri dan nyetel dengan pekerjaan saya di bagian Project Management. Saya dapat banyak benefit dari apa yang saya kerjakan disini. Bisa kenal banyak orang terutama dari vendor-vendor, bisa jalan-jalan keliling VVIP Site di Jabotabek, bahkan sampai tidur di GBK demi meng-on air-kan site disana sebelum masa kampanye pemilu legislatif. Lebih jauh, yang banyak saya dapatkan disini lebih banyak bersifat softskill, seperti kemampuan negosiasi dan leadership, bukan kemampuan teknikal. Namun pada akhirnya, setelah bekerja sektiar 1,5 tahun, saya memutuskan untuk berpisah dengan kantor lama saya pada 8 Agustus 2014 demi melanjutkan studi S2 saya. Mungkin saya sudah tak disana lagi, tapi semangatnya selalu ada di hati. Terima kasih atas segala pengalaman berharga yang diberikan selama ini, semoga ada kesempatan untuk bisa bekerjasama lagi.

Dokumentasi Pribadi

Sumber : Dokumentasi Pribadi

  1. Program Kepemimpinan Beasiswa LPDP Angkatan 11

Ini adalah tahap terakhir yang harus saya ikuti sebelum saya resmi menjadi penerima beasiswa LPDP. Acara berlangsung dari 22 April-3 Mei 2014 bertempat di Wisma Hijau, Depok. Acara ini adalah sebuah kesempatan bagus untuk bisa membangun relasi dengan sesama penerima beasiswa LPDP yang pastinya nanti akan bermanfaat di masa depan. Yang menarik, Program Kepemimpinan ini mengingatkan saya akan masa ospek SMA dan kuliah dulu😀 Terlepas dari kontroversinya dulu, buat saya acara ini sangat menyenangkan. Kapan lagi saya bisa dapat Refreshing gratis selama 2 minggu dari rutinitas kantor? :p Selain itu, saya pun berkesempatan bertemu orang-orang yang punya idealisme serta kemauan tinggi untuk membangun Indonesia nantinya. Buat saya sendiri, salah satu yang menarik disini adalah ketika saya berada satu kamar dengan mas Iwan Saputra, seorang penerima beasiswa Afirmasi dari Buton. Dia bercerita bahwa untuk mendapatkan informasi tentang LPDP dan PK dia harus pergi ke kota dengan waktu tempuh sekitar setengah jam karena tidak ada akses internet dan sinyal telepon di kampungnya. Dia pun datang ke Wisma Hijau lewat perjuangan panjang : naik kapal sampai Surabaya kemudian naik kereta sampai Gambir. Tapi dengan segala tantangan yang ada, dia tak pernah menyerah. Kemauannya yang besar membuat mas Iwan sangat menginspirasi saya. Alhamdulillah, kabar terakhir yang saya dapat beliau sudah diterima di ANU Australia. (Cerita tentang beliau bisa dibaca disini)

Angkatan 11 Program Kepemimpinan LPDP

Angkatan 11 Program Kepemimpinan LPDP (Dokumentasi Pribadi)

  1. Sama-sama jadi Awardee bareng Istri🙂

Beasiswa menjadi hal yang sangat penting dalam melanjutkan studi terutama di luar negeri, apalagi buat kami berdua yang sama-sama menjalani studi. Alhamdulillah, kini Indonesia sudah punya salah satu beasiswa terbaik yang tak kalah dengan program beasiswa yang sudah ada seperti Fullbright ataupun STUNED. Namanya Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Setelah saya resmi menjadi Awardee di bulan Juni, satu tugas penting yang belum selesai adalah beasiswa untuk sang istri. Saya pun membujuknya untuk ikut seleksi LPDP, walaupun istri saya sering merasa kurang pede. Tapi saya percaya bahwa istri saya punya kemampuan dan kemauan luar biasa untuk layak menjadi penerima beasiswa, dan pesan penting saya untuknya adalah it’s always you against yourself. Alhamdulillah, setelah menanti beberapa minggu akhirnya nama istri saya muncul menjadi salah satu penerima beasiswa. Kami pun berangkat ke Belanda bersama-sama!

My Wife and Her Group in PK 15 : Jong Minahasa (Dokumentasi Robby Loice)

My Wife and Her Group in PK 15 : Jong Minahasa (Dokumentasi Robby Loice)

  1. Journey to Europe!

Tujuh belas Agustus menjadi hari bersejarah tidak hanya untuk Indonesia (yang memperingati kemerdekaannya yang ke-69) tetapi juga untuk saya. Ini karena di hari tersebut saya bersama istri saya memulai petualangan baru baru kami di Eropa untuk menjadi full-time traveler and part-time student 😀 Ya, menuntut ilmu di luar negeri bukan hanya sekedar menuntut ilmu, tapi banyak pengalaman berharga yang belum tentu didapat semua orang. Kami belajar untuk bertahan hidup di daerah yang asing, belajar menjadi duta Indonesia, dan -khususnya buat kami- belajar membina rumah tangga di negeri orang. Tentu saja ditambah dengan bonus jalan-jalan keliling Eropa😀 Sejauh ini, Alhamdulillah kami bisa menjalani segala tantangan yang ada sejauh ini, dan walaupun masih banyak tantangan menunggu kami di depan mata, kami yakin semuanya akan baik-baik saja. Amin.

Our journey has just begun! (Dokumentasi Pribadi)

Our journey has just begun! (Dokumentasi Pribadi)

  1. Pemilu Sekjen PPI Belanda

Memang kalau kita sudah menemukan sesuatu yang senang untuk kita lakukan, sulit rasanya untuk diam dan tak melakukan apa-apa. Pada akhirnya, jalannya pun akan terbuka kesana. Itulah yang terjadi dengan kehidupan organisasi saya disini. Maksud hati hanya ingin jadi KuPu-KuPu (Kuliah Pulang Kuliah Pulang) sambil bulan madu, apa daya ternyata jiwa yang ingin terus mengaktualisasi diri lewat berorganisasi terus memanggil-manggil saya. Akhirnya, saya maju sebagai salah satu kandidat Sekjen PPI Belanda 2014/2015. Bersama dua kandidat lain, kami beradu ide, mimpi, cerita, dan inspirasi untuk PPI Belanda kedepannya. Sayang, memang sampai saat ini saya belum ditakdirkan jadi orang nomor 1 di organisasi. Mungkin cukup jadi pemimpin rumah tangga dulu saja🙂 Terlepas dari hasilnya, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga saya dan menjadi pengingat untuk saya bahwa saya masih harus terus belajar menjadi manusia yang lebih baik dan belajar untuk terus rendah hati.

Bahan Kampanye kemarin :D (Dokumentasi Pribadi)

Bahan Kampanye kemarin😀 (Dokumentasi Pribadi)

Itulah enam catatan perjalanan 2014 yang cukup berkesan buat saya. Sekarang, 2015 sudah menyambut kita dengan berbagai cerita yang pastinya jauh lebih luar biasa disbanding 2014. Mari kita siapkan diri kita dan terus menatap kedepan, karena ini adalah perjalanan yang tiada habisnya. Nikmati segala sesuatunya, dan Insya Allah kita akan dapat manfaatnya. Sukses buat semuanya di tahun 2015!

Universitaire Bibliotheken Leiden, 4 Januari 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s