It’s Always You Against Yourself

It’s always you against yourself. Do not ever think about what the others do. Just believe in yourself.

Kata-kata ini yang jadi kata andalan saya buat meyakinkan istri waktu dia mau wawancara beasiswa dulu. Simpel, tapi saya percaya kebenarannya. And it applies to everything. Dalam hidup ini kita tidak perlu banyak ambil pusing dengan apa yang orang lain lakukan dan pikirkan tentang kita. It’s just the waste of time and energy. Maybe, they don’t even think about us. Karena yang bisa menentukan nasib kita, jalan kita, ya hanya kita sendiri. Sejauh mana kemauan kita bisa mengalahkan segala boundary yang kita anggap ada. Percaya saja, kita adalah orang hebat yang bisa melakukan apa saja yang kita mau.

Apa sih yang saya omongin. Kayaknya ngelantur gara-gara cuaca dingin di Belanda. Oke deh cabcus dulu yah. Bye!

Menuju Indonesia Emas 2045, Apa Peran Pemuda? (Sebuah Catatan Lingkar Inspirasi PPI Belanda)

“Kalau kita tidak paham masa lalu, kita tidak akan pernah mengerti masa sekarang, dan kita akan kesusahan membayangkan masa depan.” (Prof. Salim Said)

Kutipan diatas dipaparkan oleh moderator (M. Syarif Hidayatullah, Erasmus University Rotterdam) sebagai pembuka diskusi hangat bertajuk “Lingkar Inspirasi” yang diselenggarakan PPI Belanda bekerjasama dengan KBRI pada 27 Oktober 2014 yang lalu. Mengambil tema “Menuju Indonesia Emas 2045, Apa Peran Pemuda?”, diskusi kali ini mencoba merefleksikan kembali bagaimana sejarah panjang perjuangan pemuda dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia, pelajaran-pelajaran apa yang bisa kita petik, dan langkah yang harus kita ambil ke depannya untuk mewujudkan cita-cita mulia mewujudkan Indonesia Emas 2045. Diskusi kali ini menghadirkan tokoh yang tidak sembarangan, yaitu Prof. Salim Said. Beliau adalah sejarawan yang tidak hanya mempelajarinya tetapi juga menjadi bagian dari sejarah itu sendiri. Beliau juga aktif sebagai penulis buku dan sempat menjadi Duta Besar RI untuk Czech Republic.

Continue reading