Menuntut Ilmu di Negeri Orang : Ngapain?

Ceritanya sudah hampir sebulan tinggal di Belanda. Sebenarnya sudah lama saya pengen membuat sedikit catatan di blog tentang rasanya tinggal di Belanda selama sebulan ini, cuma kok rasanya tangan kurang tergerak untuk menulis ya? Tapi ternyata tangan ini lama-lama gatal juga ingin menulis, dan setelah iseng ketik sana ketik sini, akhirnya jadi juga tulisan perdana di Eropa!

Anyway, dari apa yang sudah dirasakan sebulan kebelakang, melanjutkan studi master ataupun doktor di luar negeri bukan hanya sekedar menuntut ilmu ataupun mendapatkan GPA bagus dan cumlaude, tapi ada berbagai pengalaman hidup berharga yang belum tentu didapat di Indonesia. Hidup di luar negeri akan menempa kita menjadi orang-orang yang lebih kuat karena keharusan kita untuk beradaptasi dengan lingkungan yang sama sekali berbeda, terutama dari sisi budayanya. Belum lagi dari sisi finansial, tak jarang didapat kondisi kantong yang pas-pasan sehingga harus pintar mengatur pengeluaran agar tidak melarat di negeri orang. Ditambah lagi, biasanya banyak kejadian-kejadian menarik yang tak terduga yang kadang membuat diri ini harus menghela napas panjang. Tapi disitulah menariknya hidup di negeri orang.

Tantangan lain biasanya akan didapat para muslim yang menuntut ilmu di luar negeri. Sebagai minoritas, tentunya beribadah di negeri orang tidak semudah di Indonesia. Waktu shalat yang tidak bersahabat sampai tak jarang bentrok kuliah, fasilitas shalat yang seadanya bahkan tidak tersedia, dan masih banyak lagi. Tapi dinamika ini harus disiasati dengan strategi yang cantik agar kita tetap bisa menjadi insan-insan yang memegang teguh nilai agama.

Satu lagi tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana kita bisa menjadi duta Indonesia di luar negeri. Kita dituntut untuk bisa membawa nama baik Indonesia di kalangan mahasiswa Internasional. Ini bukan perkara mudah, karena banyak orang asing yang lebih tahu Bali daripada Indonesia itu sendiri, padahal Indonesia bukan hanya Bali. Indonesia itu dari Sabang sampai Merauke. Indonesia tidak hanya punya pantai yang indah, tapi juga pegunungan yang cantik, hutan yang kaya, dan makanan yang lezat.

Saya gak ngerti juga kenapa saya nulis ini, mungkin karena sudah ngelantur dan pusing dengan bahan perkuliahan. Yang jelas, kesempatan berkuliah di luar negeri jangan sampai disia-siakan karena akan menjadi pengalaman sekali seumur hidup yang akan mengubah diri kita. Semoga dua tahun ke depan dipenuhi dengan berbagai kisah hidup yang inspiratif dan memperkaya wawasan serta kualitas diri saya (dan istri saya tentunya :D).

Selamat malam waktu Belanda dan selamat pagi waktu Indonesia!

Foto Pertama di Tanah Eropa. Sayangnya waktu itu masih foto sendiri. Nantikan foto saya dengan istri ya :D (Dokumentasi Pribadi)

Foto Pertama di Tanah Eropa. Sayangnya waktu itu masih foto sendiri. Nantikan foto saya dengan istri ya😀 (Dokumentasi Pribadi)

2 thoughts on “Menuntut Ilmu di Negeri Orang : Ngapain?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s