#DariKitaUntukIndonesia : Kata Mereka Tentang Saya

“The revolution will not be televised, the revolution will be no re-run brothers, the revolution will be live!” (Gil Scott Heron).

Wirawan Agahari (Aga), merupakan lelaki yang banyak sayang, banyak cinta, banyak ide, pada banyak momen, pada banyak kesempatan, untuk dapat bersama-sama bekerja dan berkarya untuk khalayak ramai. Dia adalah suami yang keren bagi istrinya, dan sahabat yang baik bagi lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, saya mendukung beliau untuk menjadi Sekretaris Jenderal PPI Belanda! #DariKitaUntukIndonesia (Bachtiar Wahyu Mutaqin, Peserta Terbaik PK LPDP Batch 11, Mahasiswa S3 Université Paris 1 Panthéon Sorbonne, Dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada)

Wirawan Agahari (Aga) adalah sosok pemimpin yang karismatik. Beliau mampu mengayomi orang yang dipimpinnya dengan penuh sabar dan tanggung jawab. Sifat pemimpin yang baik ini tercermin ketika Aga mengikuti Program Kepemimpinan XI dari LPDP, dimana beliau berhasil membuat teman-temannya peduli dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Selain itu, ketika Aga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal di Himpunan Mahasiswa Elektro ITB, beliau dapat dengan cerdas memposisikan dirinya di depan massa himpunan untuk memotivasi, di belakang untuk memberikan dorongan, dan di samping untuk membantu sesama. Dari semua hal tersebut, saya sebagai sahabat sangat yakin bahwa sifat kepemimpinan Aga tidak perlu diragukan lagi. Mari kita dukung Aga sebagai Sekretaris Jenderal PPI Belanda! (Samudra Harapan Bekti, Ketua Angkatan Pra-PK LPDP Batch 11, Mahasiswa S2 Carnegie Mellon University)

Aku tahu Kak Aga dari SMA (walau gak kenal dekat), tapi aku tahu Kak Aga smart, aktif, outspoken, dan berdedikasi. Selama di LPDP I know you as a kind and mature student, dan tetap humble. Waktu aku dengar Kak Aga apply jadi Sekjen PPI, it was a wow! karena you are so active and brave to want to take part padahal baru aja sampai, and it shows how friendly and enthusiast you are in your works and your relationship with people. Good luck! Wish you all the best. (Citta Parahita, Mahasiswi S2 University College London, Peserta Program Kepemimpinan LPDP Batch 11)

Aga yg sy kenal adalah seorang pemuda yang energik dan senang membantu orang lain. Ia selalu siap menerima tanggung jawab dan melaksanakannya dengan baik. Ia ramah dan bersahabat merupakan bakat alami dirinya dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Senyumnya yang hangat mencerminkan kepribadiannya yg baik dan tulus. (Hari Prasetyo, Mahasiswa S2 Univeristy of Sheffield, Peserta Program Kepemimpinan LPDP Batch 11)

“Aga is a consistent, persistent, and a Kongkrit (lol) person. Good thing is, his curiosity is beyond everything. Thus, I felt that it was a great combination to become a great leader of PPI Netherlands. Way to go Ga!! Good luck and may all of you who have a chance to vote, vote for him!” (Rachmat Fathoni, Teknik Mesin ITB 08, Sahabat Sejak SMA dan Kuliah)

“This guy has always been attached to his small notebook in his pocket with all big ideas written in it. He also has acquired a reputation for an outstanding leadership. A visionary, with many organizational experiences, definitely a perfect fit for PPI Netherland next president” (Fuad Bachtiar, Teknik Elektro ITB 08, Sahabat Sejak Kuliah)

“Aga itu visioner, supel, dan pantang menyerah! Apalagi skrg sudah ditemani pendamping hidup, Ny. Agahari akan meredam kagalauan dia, shg akan lbh fokus memimpin PPI Belanda kedepan. Haha. Walaupun interisti, kali ini gw mw blg YNWA ga!!” (Sandy Akbar Nusantara, Teknik Telekomunikasi ITB 08, Entepreneur Muda)

PPI Belanda, Dari Kita untuk Indonesia

Tulisan ini adalah essay yang dibuat sebagai bagian dari pencalonan diri penulis sebagai kandidat Sekjen PPI Belanda 2014/2015.

Indonesia adalah negara dengan potensi yang melimpah ruah, dari potensi sumber daya alam  maupun sumber daya manusia. Dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia dan banyak diantaranya bergelar master ataupun doktor, harusnya negeri ini menjadi negeri yang disegani. Dengan keindahan serta kekayaan alam yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, harusnya negeri ini sudah menjadi negara maju. Faktanya, hingga saat ini Indonesia masih berada dalam “status quo” karena tetap disebut sebagai negara berkembang, sebuah “gelar” yang sudah didapat sejak saya lahir hingga saat ini. Sebuah fakta yang membuat hati ini miris.

Di tengah ironi yang terjadi di Indonesia, tersimpan sebuah harapan dan mimpi besar bahwa Indonesia bisa menjadi negara yang besar. Harapan itu datang dari para pelajar yang sedang menuntut ilmu di berbagai belahan dunia, tak terkecuali di Belanda. Disini, saya dan ratusan pelajar Indonesia lainnya mempersiapkan diri menjadi masyarakat terpelajar yang diharapkan mampu menjadi agen-agen perubahan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia. Bagi saya, ini adalah sebuah “hutang” dan tanggung jawab yang besar untuk bisa memberikan kontribusi yang nyata bagi bangsa Indonesia. Ini sesuai dengan prinsip hidup yang saya anut, yaitu sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Saya selalu berkeinginan untuk bisa memberi manfaat bagi orang sekitar saya, memberi kebahagiaan dan senyuman bagi masyarakat sekitar saya, dan memberikan inspirasi bagi siapa saja untuk bisa selalu berbuat positif bagi kemajuan Indonesia.

Perwujudan mimpi dan cita-cita saya tersebut ternyata bisa saya dapatkan di sebuah wadah bernama PPI Belanda. Sejarah telah mencatat bahwa PPI Belanda telah berperan besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia lewat berbagai pergerakan pemuda. Saya percaya, PPI Belanda memberikan sebuah kesempatan yang besar bagi saya dan para pelajar Indonesia lainnya untuk turut serta memberikan kontribusi nyata. Saya merasa terpanggil untuk berperan dan mencurahkan seluruh tenaga yang saya miliki untuk kemajuan Indonesia lewat PPI Belanda. Lebih jauh lagi, sebagai Sekjen PPI Belanda saya nantinya bisa memiliki kesempatan yang besar untuk bisa merangkul para mahasiswa Indonesia di Belanda untuk turut serta berbagi inspirasi dan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

PPI Belanda memiliki potensi yang besar yang terlalu sayang untuk tidak dikembangkan. Potensi-potensi ini harus dapat diselaraskan agar dapat mewujudkan suatu pergerakan bersama sebagai solusi untuk berbagai masalah yang ada. Dengan arah gerak PPI Belanda sebagai inkubator gagasan, advokasi kepentingan publik dan pelajar, serta pengabdian kepada masyarakat, maka PPI Belanda dapat turut ambil bagian dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Tentu saja saya tidak bisa mewujudkan mimpi dan cita-cita besar ini sendirian. Perlu partisipasi dan kolaborasi aktif dari berbagai pihak, seperti PPI Kota, KBRI, dan pihak-pihak lainnya. Namun saya percaya, PPI Belanda nantinya akan mampu memiliki inisiatif untuk menggandeng pihak-pihak tersebut sebagai bagian dari perjuangan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Menuntut Ilmu di Negeri Orang : Ngapain?

Ceritanya sudah hampir sebulan tinggal di Belanda. Sebenarnya sudah lama saya pengen membuat sedikit catatan di blog tentang rasanya tinggal di Belanda selama sebulan ini, cuma kok rasanya tangan kurang tergerak untuk menulis ya? Tapi ternyata tangan ini lama-lama gatal juga ingin menulis, dan setelah iseng ketik sana ketik sini, akhirnya jadi juga tulisan perdana di Eropa!

Anyway, dari apa yang sudah dirasakan sebulan kebelakang, melanjutkan studi master ataupun doktor di luar negeri bukan hanya sekedar menuntut ilmu ataupun mendapatkan GPA bagus dan cumlaude, tapi ada berbagai pengalaman hidup berharga yang belum tentu didapat di Indonesia. Hidup di luar negeri akan menempa kita menjadi orang-orang yang lebih kuat karena keharusan kita untuk beradaptasi dengan lingkungan yang sama sekali berbeda, terutama dari sisi budayanya. Belum lagi dari sisi finansial, tak jarang didapat kondisi kantong yang pas-pasan sehingga harus pintar mengatur pengeluaran agar tidak melarat di negeri orang. Ditambah lagi, biasanya banyak kejadian-kejadian menarik yang tak terduga yang kadang membuat diri ini harus menghela napas panjang. Tapi disitulah menariknya hidup di negeri orang.

Tantangan lain biasanya akan didapat para muslim yang menuntut ilmu di luar negeri. Sebagai minoritas, tentunya beribadah di negeri orang tidak semudah di Indonesia. Waktu shalat yang tidak bersahabat sampai tak jarang bentrok kuliah, fasilitas shalat yang seadanya bahkan tidak tersedia, dan masih banyak lagi. Tapi dinamika ini harus disiasati dengan strategi yang cantik agar kita tetap bisa menjadi insan-insan yang memegang teguh nilai agama.

Satu lagi tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana kita bisa menjadi duta Indonesia di luar negeri. Kita dituntut untuk bisa membawa nama baik Indonesia di kalangan mahasiswa Internasional. Ini bukan perkara mudah, karena banyak orang asing yang lebih tahu Bali daripada Indonesia itu sendiri, padahal Indonesia bukan hanya Bali. Indonesia itu dari Sabang sampai Merauke. Indonesia tidak hanya punya pantai yang indah, tapi juga pegunungan yang cantik, hutan yang kaya, dan makanan yang lezat.

Saya gak ngerti juga kenapa saya nulis ini, mungkin karena sudah ngelantur dan pusing dengan bahan perkuliahan. Yang jelas, kesempatan berkuliah di luar negeri jangan sampai disia-siakan karena akan menjadi pengalaman sekali seumur hidup yang akan mengubah diri kita. Semoga dua tahun ke depan dipenuhi dengan berbagai kisah hidup yang inspiratif dan memperkaya wawasan serta kualitas diri saya (dan istri saya tentunya :D).

Selamat malam waktu Belanda dan selamat pagi waktu Indonesia!

Foto Pertama di Tanah Eropa. Sayangnya waktu itu masih foto sendiri. Nantikan foto saya dengan istri ya :D (Dokumentasi Pribadi)

Foto Pertama di Tanah Eropa. Sayangnya waktu itu masih foto sendiri. Nantikan foto saya dengan istri ya 😀 (Dokumentasi Pribadi)