Menatap 2014

Semangat pagi!

Apa kabar para pembaca semua? Sudah lama rasanya saya tidak menulis di blog ini. Hampir 3 bulan kurang lebih blog ini dibiarkan berdebu tak terawat oleh ide-ide tak inspiratif dari saya. Agak sayang dan malu sebenarnya karena sejak dulu banyak yang ingin dituliskan namun apa daya rasa malas dan berbagai kesibukan yang saya lakukan akhirnya menjadi justifikasi saya dalam menunda menulis lagi. Padahal sebenarnya ide itu harus segera dituliskan begitu kita dapatkan sehingga ide tersebut bisa dibaca orang lain dan mungkin menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar. Untuk itu mari kita coba untuk kembali merutinkan budaya menulis, at least 1 kali dalam seminggu, sehingga kemampuan menulis tetap terasah dan kerinduan para pembaca terhadap tulisan-tulisan (sok) inspiratif bisa segera terobati.

Nah, kali ini saya akan mencoba menuliskan 2 (dua) momen penting yang terjadi dalam hidup saya selama 2014 ini. Sebenarnya saya ingin menulis 3 (tiga) momen, tapi apa daya saya sulit menemukan momen ketiga yang layak untuk ditulis. Mungkin nanti akan saya tuliskan di lain kesempatan. Anyway, apa saja kedua momen tersebut?

Getting Married

Well, this is the biggest moment in my life. Sebuah turning point yang mengubah hidup saya selamanya17 Januari 2014 menjadi hari terpenting dalam hidup saya karena pada tanggal tersebut saya mempersunting seseorang yang duduk di sebelah kiri saya saat saya membuat tulisan ini. Ya, dialah istri tercinta dan tersayang yang menyayangi saya apa adanya dan selalu ada di samping saya dalam susah dan senangDialah sang wanita dengan visi besar yang siap untuk mendukung sang pria mencapai mimpi-mimpi besarnyaBuat yang belum kenal, namanya adalah Shauma Lannakita, Kitty panggilannya.  Sekitar setahun yang lalu kami pertama kali berinteraksi secara tidak sengaja (atau disengaja ya?) dan tak disangka kini kami telah menjadi pasangan suami istri. Benar memang kata orang, setiap kisah cinta pasti memiliki cerita uniknya masing-masing dan tidak pernah ada yang disangka-sangka. Namun satu hal yang pasti, semuanya sudah direncanakan oleh Sang Khalik dan tak ada yang kebetulan.

Menjalani hidup baru sebagai seorang Suami membuat saya memiliki tanggung jawab baru. Kini segala keputusan yang akan diambil harus merupakan keputusan bersama, dan tanggungan finansial pun bertambah karena tidak hanya perut sendiri yang harus diisi tetapi juga sang pujaan hati. Merintis rumah tangga baru juga berarti lepas dari tanggungan orang tua, dan ini menjadi tantangan tersendiri buat kami karena kami benar-benar start-up dengan modal secukupnya. Namun disitulah indahnya berkeluarga, kita harus siap dalam kondisi susah dan senang, dan tentunya kita harus bersakit-sakit dahulu untuk bersenang-senang kemudian. Bukankah habis gelap terbitlah terang? Dan bukankah setelah kesulitan pasti ada kemudahan? Tapi Alhamdulillah, selama sebulan lebih kami berkeluarga kami selalu mendapatkan kemudahan dan berbagai rejeki yang tak terduga. Memang benar bahwa apabila kita telah meniatkan untuk menikah (baru niat saja lho) pintu rejeki akan dibukakan oleh Allah SWT dan berbagai arah. Jadi buat kalian yang sudah lama pacaran, tunggu apa lagi? Buruan lah nikah, betah amat pacaran lama-lama =))

Karyawan Tetap

Tak terasa memang, sudah satu tahun saya menjadi budak karyawan perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Sebuah pencapaian tersendiri buat saya karena jujur saya awalnya tak yakin bahwa saya mampu melewati fase ini. Dengan kompetensi yang ala kadarnya dan lingkungan yang cukup berbeda dari ekspektasi saya ternyata saya harus berusaha cukup keras untuk terus bertahan. Dan akhirnya, per bulan Maret ini saya sukses mengalami perubahan status kepegawaian dari trainee menjadi karyawan tetap. Bersyukur? Tentu saja! Harus disyukuri sekali! Banyak pembelajaran yang saya dapatkan selama satu tahun disini, mulai dari hal-hal teknikal (yang sampai sekarang tidak terlalu saya pahami =P), kemampuan interpersonal (skill negosiasi, leadership, komunikasi, networking), dan hal-hal lainnya. Insya Allah apa yang sudah saya dapatkan selama ini tidak akan menjadi sesuatu yang sia-sia, baik untuk saat ini maupun masa depan nantinya.

Inilah dua dari sekian banyak milestone yang insya Allah akan mewarnai kehidupan saya di tahun 2014 ini. Masih banyak pencapaian-pencapaian besar yang saya yakin akan saya capai di tahun ini, untuk itu saya hanya bisa berdoa dan mengharapkan ridho dari Allah agar terus dibukakan jalan dan rejeki dalam mewujudkan cita-cita kami. Amin.

Image

2014 will be my year. Wait, not my year, but our year =) (Dokumentasi diambil dari Facebook)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s