#RoadToEurope : Tips Sukses Tes IELTS

Keep Calm and Pass IELTS! (Sumber : http://www.stgeorges.co.uk/)

Semangat pagi!

Akhirnya saya dapat kesempatan untuk menulis lagi. Kali ini saya mencoba untuk memaparkan tips and trick untuk bisa sukses dalam menjalani salah satu tes yang menjadi syarat umum untuk mendaftar beasiswa ataupun kuliah di luar negeri : IELTS. Sebenarnya selain IELTS ada pilihan lain yaitu TOEFL IBT (Internet Based) namun berhubung saya tidak mengambil TOEFL IBT rasanya saya tidak cukup kapabel untuk memberikan tips terkait TOEFL IBT. IELTS ataupun TOEFL IBT sendiri menjadi suatu kewajiban untuk mendaftar sekolah ke luar negeri karena memang bahasa pengantar yang digunakan umumnya adalah bahasa Inggris, sehingga penting untuk bisa lolos tes ini. Sedikit intermezzo, kebanyakan beasiswa ataupun perguruan tinggi mensyaratkan skor minimal IELTS sebesar 6,5, untuk itu penting bagi anda yang ingin mengambil tes IELTS ini untuk bisa mencapai skor tersebut.

Nah, bagaimana tips agar bisa sukses dalam tes IELTS? Berikut sejumlah langkah yang dulu saya lakukan sehingga bisa sukses dalam menjalani tes IELTS ini :

1. Tidak perlu les, belajar sendiri saja

Benar sekali! Dari pengalaman saya, anda tidak perlu mengeluarkan biaya lebih banyak hanya untuk mengikuti IELTS preparation, karena saya yakin anda semua sudah cukup mampu dan punya kapabilitas untuk mempelajari IELTS sendiri. Yang jadi masalah hanyalah soal ketersediaan waktu belajar sehingga anda memilih untuk “memaksa” diri anda belajar lewat kursus IELTS. Tapi percayalah, anda bisa menghemat banyak jika anda berkomitmen untuk belajar mandiri. Saya sendiri hanya belajar menggunakan buku yang saya beli di depan Masjid Salman ITB dengan harga sekitar 80 ribu rupiah, jauh lebih murah dibanding biaya kursus yang bisa mencapai jutaan. Sempatkan saja diri anda untuk belajar dari buku atau bahan yang anda punya selama 1-2 jam setiap hari, Insya Allah waktu tersebut lebih dari cukup apabila anda konsisten dan sungguh-sungguh.

2. You’ll Never Walk Alone, Find a Friend to Study Together!

Terkadang anda mungkin kesulitan untuk mempelajari semuanya sendiri, dan anda butuh kawan diskusi ataupun partner untuk belajar speaking. Karena itu, ajaklah kawan anda yang juga berkeinginan melanjutkan studi di luar negeri dan sedang berencana untuk tes IELTS. Dengan memiliki partner belajar, anda akan lebih bersemangat mempersiapkan semuanya dan bisa saling mendukung apabila sedang jenuh. Dan tentunya akan jadi kesuksesan tersendiri apabila anda serta partner anda bisa sukses bersama-sama. Two is better than one right?

3. Segera daftar dan jangan ditunda-tunda!

Ini mungkin terdengar aneh, tapi patut untuk anda lakukan. Sebaiknya anda segera menentukan tanggal tes anda dan langsung mendaftar sehingga anda memiliki timeline yang pasti. Mengapa demikian? Dengan segera mendaftar maka anda tahu bahwa anda tidak memiliki waktu yang banyak untuk mempersiapkan diri. Anda pun sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit sehingga mau tidak mau anda harus belajar sungguh-sungguh demi mendapat hasil terbaik. Pressure seperti ini menurut saya bagus untuk memacu diri anda, karena selama ini kita akan bisa mengeluarkan kemampuan terbaik kita apabila sudah dipepet oleh deadline. Sesuaikan juga dengan deadline pengumpulan berkas beasiswa ataupun kampus yang anda tuju agar anda punya waktu yang cukup untuk mempersiapkan semuanya. Biasanya pengumuman hasil tes IELTS adalah 14 hari kerja setelah pelaksanaan tes jadi jangan sampai pengumuman hasil tes anda melewati deadline. Info lebih lanjut terkait jadwal dan prosedur registrasi IELTS bisa dilihat di situs IDP (http://www.indonesia.idp.com/student_services/examination_services/ielts.aspx) atau British Council (http://www.britishcouncil.org/indonesia-ielts-front-page.htm) sebagai lembaga penyelenggara tes IELTS di Indonesia.

4. IELTS Prediction

Terkadang belajar saja tidak cukupKita membutuhkan simulasi tes sebenarnya untuk lebih mengenal dan beradaptasi dengan suasana tesUntuk itu saya menyarankan anda untuk mencoba IELTS prediction test untuk mengevaluasi hasil belajar anda selama iniTes ini juga bermanfaat untuk memetakan kelebihan dan kekurangan anda sehingga anda mengetahui bagian mana yang harus anda perbaiki sebelum anda menjalani tes sebenarnyaSaran saya lakukan tes ini 2-3 minggu sebelum tes sebenarnyaUntuk lembaga penyelenggara prediction test ini anda bisa mencoba di AIM for English yang berlokasi di daerah ManggaraiSilahkan kunjungi situsnya untuk informasi lebih lanjut (http://aimjakarta.com/).

5. Tawakkal

Setelah semua usaha anda lakukan, tidak ada hal yang lebih baik untuk anda lakukan selain tawakkal dan berserah diri kepada Yang Maha BerkehendakYakinlah bahwa Allah akan memberikan jalan terbaik untuk anda apabila anda telah berusaha semaksimal mungkinKalaupun pada akhirnya anda belum mendapatkan hasil yang maksimal, persiapkan diri anda kembali dengan lebih keras agar hasil yang anda dapatkan bisa lebih baik lagi.

Sekian saja sedikit tips dari sayaSemoga bisa memberikan manfaat bagi kalian yang punya mimpi melanjutkan studi di luar negeriPesan terakhir dari saya : great victory comes with great sacrifice. Tetap semangat dan semoga sukses buat kalian semua!

Update :

Berhubung ada yang meminta agar dibuatkan tips yang lebih spesifik, saya akan coba share gambaran pelaksanaan tes IELTS dan kendala-kendala apa yang mungkin ditemui supaya kawan-kawan dapat mengantisipasi hal iniTips ini saya bagi ke dalam 4 bagian sesuai dengan jenis tesnya yaitu ReadingListening, Speakingdan Writing.

1. Reading

Bagian ini terdiri dari 3 bacaan dengan 40 soal yang harus diselesaikan dalam 60 menit. Bacaannya sendiri bermacam-macam namun untuk tipe tes Academic bacaannya berupa artikel-artikel ilmiah yang diambil dari buku teks. Jenis soalnya sendiri bervariasimulai dari pilihan ganda biasa, isian singkat, hingga tipe soal true or false. Yang cukup sulit adalah true or false karena selain kedua pilihan tersebut ada juga pilihan not given sehingga kita bisa terjebak jika tidak membaca dan memahami bacaannya dengan telitiKendala lain adalah pada soal pilihan ganda biasanya semua pilihan jawaban tertulis di dalam bacaan sehingga lagi-lagi kita harus benar-benar fokus saat membaca artikelPada jenis soal isian singkat, biasanya ada batasan jumlah kata yang boleh ditulis, karena itu harus berhati-hati jangan sampai berlebihanIngat, waktu yang dimiliki terbatas dan anda tidak bisa kembali ke section ini begitu waktu habis, jadi gunakan waktu seefektif mungkin.

2. Listening

Sesi ini terdiri dari 4 bagian dengan 40 soal yang harus diselesaikan dalam 30 menit sajaSoal yang diberikan biasanya dalam bentuk isian singkat seperti misalnya pamflet yang belum lengkap atau gambar-gambar yang perlu dilengkapi penjelasannyaYang agak sulit disini mungkin adalah aksesn british yang kurang jelas untuk dimengerti. Hal ini akan menjadi tantangan tersendiri karena recording hanya akan diperdengarkan satu kali. Saran saya cobalah untuk membaca dahulu soal-soalnya dan memahami apa kira-kira jalan cerita yang terjadi dan informasi apa yang dibutuhkan. Jumlah kata terkadang juga menjadi pembatas disini sehingga instruksi tiap soal harus diperhatikan.

3. Writing

Bagian ini terdiri dari 2 bagian yang harus dikerjakan dalam 60 menit. Pada bagian pertama peserta akan disuguhkan grafik, tabel, diagram, ataupun bentuk data lainnya dalam bentuk gambar. Peserta diminta untuk menjelaskan dan menyimpulkan informasi dari data-data tersebut. Untuk bagian kedua sendiri adalah sesi menulis sesuai tema yang diminta. Biasanya diminta dalam bentuk argumentasi ataupun opini kita, apakah setuju dengan statement tersebut atau tidak. Masalah waktu memang menjadi tantangan tersendiri di sesi ini karena kita harus membuat tulisan yang beralur baik dengan tetap memperhatikan grammar. Nah, menurut saya kunci di sesi ini adalah sering-sering berlatih sehingga semakin percaya diri dan tidak blank waktu menulis. Oiya, bagian kedua memiliki bobot yang lebih besar dibanding bagian pertama, jadi jangan terlalu banyak menghabiskan waktu pada bagian pertama. Pengalaman waktu saya mengikuti tes, saya menghabiskan 10 menit karena blank dan tidak tahu untuk menulis apa. Jangan sampai hal ini terjadi pada kalian.

4. Speaking

Sesi ini adalah sesi terakhir dan biasanya memiliki jeda agak lama sehingga kalian punya waktu yang cukup untuk ambil napas =D Nah, sesi ini berdurasi sekitar 15 menit dan kalian akan dipertemukan dengan satu orang interviewer native speaker. Ada tiga bagian dalam sesi ini. Pada bagian pertama, anda diminta memperkenalkan diri dan menunjukkan KTP untuk memastikan identitas anda. Interviewer kemudian akan menanyakan sejumlah pertanyaan umum kepada kitaSalah satu pertanyaan yang pernah saya terima adalah “Have you ever been on a boat?” Ini pertanyaan rancu karena yang saya maksud adalah naik kapal untuk transportasi sedangkan maksud si interviewer adalah berlibur di atas kapal =)) Anyway, di sesi selanjutnya anda akan diberikan sebuah kartu berisi sebuah topik yang harus anda bicarakanAnda punya waktu 1 menit untuk persiapan dan 1-2 menit untuk pemaparanInterviewer akan memberi pertanyaan terkait opini andaDi sesi terakhiranda akan melakukan semacam diskusi dengan interviewer tentang topik yang lebih umum dan pertanyaan yang lebih banyak. Pada sesi listening ini kuncinya adalah jangan panik dan gugupbanyak-banyak berlatih agar anda lancar dalam berbicara bahasa Inggris terutama dengan orang asing. Satu lagiinterviewer tidak peduli jawaban anda jujur atau tidak karena yang dinilai hanyalah bagaimana grammar anda, jadi bluffing saja tidak masalah menurut saya =D 

Ini saja tambahan tips dari sayamudah-mudahan bisa semakin memberi gambaran buat kalian yang ingin mengambil tes IELTS. Semoga sukses!

9 thoughts on “#RoadToEurope : Tips Sukses Tes IELTS

  1. Menurut anda, berapa waktu dan kemampuan yang harus dikerahkan oleh seorang anak SMA kelas 2 yang bermaksud untuk masuk Univ of Manitoba di Canada dengan permintaan IELTS 6.0 padahal Bahasa Inggris di sekolah sejak SMP nilainya agak lusuh (7.0-7.2)? Dan belum punya kemampuan untuk speaking?

    Padahal ia cuma punya waktu 5-6 bulan sebelum submitting the minimum IELTS Score in the application form that may take up to 3 months to complet an offer letter?

    Like

    • Halo! terima kasih atas pertanyaannya!
      2-3 bulan menurut saya cukup kok, yang penting gimana kamu memaksimalkan waktu yang ada dan sungguh-sungguh belajar. Saya pun gak punya skor english yang bagus tapi alhamdulillah saya bisa dapat skor yang memuaskan =)

      Like

  2. Which means that you’re supposing that he can get up to IELTS 6.0 that equals to iBT 90 or PBT 610 in just 3 months? You are sure..?
    ……..
    bahkan bila ia kita kirim 3 bulan itu sekolah mendadak di Australia untuk belajar Bahasa Inggris di Navitas, ELS, StudyGroup atau bahkan lewat EF sekalipun, saya BELUM PERNAH melihat ada yang survive langsung mencolot dengan nilai IELTS 6.0.
    6 months? We’ve seen that. 5? There are several. 3? It either is a bluff, or a brag.

    Like

    • Are you sure kali mas? Hehehe. Ya kalo kata saya sih gak ada yang gak mungkin, kalo usahanya udah maksimal insya Allah bakal dapat balasannya. Kalo belum ya kan tinggal dicoba lagi. Gitu aja kok repot🙂

      Like

      • Nothing is impossible in this life and world. But those miracles don’t happen everyday, and not in the daily-ordinarily-all-time fashion. It happened on you for many possible reasons: brain capacity, intelligence probably, luck, who knows what else. But to ensure that you can bring all the impossible to happen every time. Well, I don’t think you can bring all the improbabilities to happen for the general population. Not statistically.
        Giving hope? yeah, of course we do. Like all English Teachers in Indonesia giving all their best to impart all the necessary skills knowledge and also… hhhh… giving hope. One may bring up list of their past successful students. Other may bring up testimonials.
        For me, I am an IELTS 8.5 and TOEFL 112. Almost perfect, and no English Course. Same as you are. But I know that these don’t happen to all people. And I know I need to ensure that these ‘miracles’ or at least, the wonders, do trickle down the population. So I am, also an English teacher, also a student consultant, and have dealt with people like you and me, who challenged the impossible, and get through it. But not to all.
        Now I can say all the nasty things in the world about you and then put smiley at the end of the sentence to be considered not rude. But that’s unintelligent, and underestimating your IQ. Which I wouldn’t, and I know you won’t either🙂. Because it’s unintelligent. Not stupid. Just unintelligent.

        And since you consider that ALL Indonesians are Moslems. So very intelligent of you, hallelujah, I would quote one of your own: BELAJAR TANPA GURU HUKUMNYA…
        ah, lanjut sendiri yah. I know you are smart.

        Like

  3. 2-3 bulan. itu satu kali. Seperti nasehat anda, “…tinggal dicoba lagi”. Another “2-3 bulan”. Right. saya sudah mencoba S1 dengan kampus dan S1 online. Hasilnya tetap berbeda,
    Kecuali anda benar-benar telah menemukan suatu terobosan baru dalam bidang pendidikan kelas dunia dimana anda patut mendapatkan S3 untuk itu , belum ada yang berhasil untuk menemukan breakthrough di bindang self-education dan self-teaching. Cobalah lihat jurnal pendidikan di seluruh dunia. Belum ada hasil signifikan untuk pembelajaran skill tanpa guru. Saya tidak bilang tidak ada. Namun belum ada metoda yang berhasil untuk diterapkan pada semua ataupun sekelompok orang tertentu secara acak.
    Kalau anda menafikan ratusan hasil penelitian tersebut, maka anda menafikan konsep ilmiah dimana anda seharusnya berada di dalamnya, dimana anda sendiri mengatakan akan ‘sekolah di Eropa’.m Saya tidak bisa membayangkan anda bersekolah di Eroipa sambil mengesampingkan konspe ilmiah dan konsep pendidikan.

    Like

  4. Pingback: IELTS and I | bumi pertiwi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s