[Road to Master] Persiapan Tes IELTS

Saya ingin membuka sebuah rubrik baru di blog saya, yaitu Road To Master. Rubrik ini berisi bagaimana perjuangan saya demi bisa melanjutkan studi di luar negeri. Dan sebagai pembuka, saya coba untuk menuliskan cerita tentang tes IELTS yang baru saya ikuti bulan lalu. Tes IELTS ini bisa dibilang tes yang baru buat saya, karena selama ini saya lebih familiar dengan TOEFL, terutama TOEFL Paper Based. Tapi berhubung requirement dari berbagai kampus di luar negeri mensyaratkan IELTS sebagai salah satu dokumen pendukungnya, maka mau tidak mau saya pun harus mengambil tes ini.

Sebenarnya dulu saya berencana untuk mengambil tes TOEFL IBT, namun ternyata diri ini tak sanggup dengan bahan belajar yang cukup sulit, dan akhirnya saya banting setir ke IELTS. IELTS dan TOEFL IBT memiliki beberapa perbedaan yang bisa teman-teman googling sendiri (dasar malas :p) tapi yang paling terasa bedanya adalah sistem ujian untuk reading dan speaking, dimana pada TOEFL IBT menggunakan multiple choice murni sedangkan pada IELTS menggunakan kombinasi multiple choice dengan isian singkat. Selain itu model soal pada IELTS lebih bervariasi, ada bentuk true or false, mengisi booklet, melengkapi summary, dan lain-lain. Selain itu, jawaban untuk tes IELTS banyak tersimpan secara implisit dan tidak ditampilkan secara gamblang pada teks ataupun dialog listening, bahkan terkadang semua pilihan jawaban dibicarakan pada dialog sehingga cukup membuat bingung. Untuk sesi speaking sendiri perbedaan yang jelas adalah pada IELTS kita diuji dengan penguji manusia, bukan direkam dengan komputer seperti pada TOEFL IBT.

Nah, berhubung target beasiswa yang paling dekat adalah beasiswa ADS (Australia Development Scholarship) dengan deadline 19 Juli (which is 3 days to go!) maka saya harus melakukan tes IELTS maksimal di bulan Juni. Informasi tentang ADS ini sendiri baru saya ketahui sekitar bulan Mei, artinya saya hanya punya waktu 2 bulan untuk belajar! Tapi tak apa, dengan modal nekat dan satu buah buku IELTS bajakan yang dibeli di depan masjid salman saya bersama pacar mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh.

Sedikit tips buat teman-teman yang ingin mengambil tes IELTS :

  1. IELTS sangat berbeda dengan TOEFL, jadi benar-benar persiapkan diri. Banyak bahan yang bisa diambil di internet (salah satunya di http://www.examenglish.com) atau beli saja buku yang beredar di pasaran (biasanya yang recommended adalah buku Baron).
  2. Kalau kondisi finansial mencukupi, mungkin teman-teman bisa untuk mengambil kursus IELTS Preparation. Tapi yang terpenting adalah latihan rutin terutama untuk speaking dan writing, karena yang namanya ilmu bahasa kalau tidak dilatih dan digunakan maka tidak akan berkembang.
  3. Buat yang ingin merasakan atmosfir tes IELTS namun tidak ingin ikut kursusnya, teman-teman bisa ikut IELTS prediction test yang diselenggarakan oleh AIM for English, sebuah lembaga bahasa Inggris yang berlokasi di daerah manggarai. Biayanya sekitar 400ribu, dan hasilnya langsung keluar saat itu juga. Teman-teman bisa juga langsung konsultasi dengan pengajarnya untuk tahu dimana kekurangan dan kelebihan teman-teman.
  4. Untuk tes IELTS-nya sendiri, teman-teman bisa mendaftar lewat IDP Australia ataupun British Council. Saya sendiri mengikuti tes lewat IDP Australia, lokasinya ada di Kuningan dan Pondok Indah. Biaya tesnya sekitar 195 dollar, jadi siapkan kocek anda dalam-dalam.

Mungkin itu dulu tips dari saya. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang ingin mengambil tes IELTS dan melanjutkan studi di luar negeri. Good luck!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s