Pindah Ke Kalibata City

Sudah hampir tiga bulan saya mencari nafkah di BSD, dan sudah selama itu pula saya “merantau” di Jakarta coret dan tinggal di rumah kos di dekat kantor. Ada perasaan kurang nyaman selama saya tinggal disini. Bukan karena fasilitas di kosan, tapi lebih karena kesepiannya saya disini. Hahaha. Ya, saya memang terlempar sendiri dari peradaban teman-teman saya. Agak sulit juga untuk meet up dengan kawan-kawan yang kebanyakan domisilinya di Jakarta. Di sisi lain, BSD bisa dibilang cukup tanggung lokasinya. Tidak sejauh Bandung, tapi tidak cukup dekat dengan Jakarta. Mau naik mobil ke kantor sungguh berat di bensin dan tol, belum lagi macetnya. Tapi kalau pulang pergi dari rumah sungguh jauh dan saya harus bangun sangat pagi untuk bersiap-siap. Pilihan yang sulit memang.

Nah, beruntunglah bahwa orang tua saya memiliki apartemen di Kalibata City. Walaupun saat ini masih disewakan, namun masa sewanya habis pada akhir bulan ini. Itu artinya apartemen kosong dan bisa saya tempati. Dan akhirnya saya pun memutuskan untuk menempati apartemen ini mulai bulan depan. Mengapa saya ngebet banget pindah ke Kalibata City yang notabenenya lebih jauh dibanding tempat kos saya sekarang? Ada beberapa alasan yang bisa saya kemukakan, yaitu :

1. Dekat dengan akses transportasi.

Akses terdekat disini adalah stasiun kereta Duren Kalibata. Jika saat berangkat dari rumah saya harus naik mobil dahulu hingga stasiun cawang dan berangkat jam setengah 6 pagi, maka dari Kalibata City saya bisa menghemat waktu hingga 30 menit dan hanya perlu berjalan kaki ke stasiun Duren Kalibata. Harga tiketnya memang mahal dan berjejal-jejalan, tapi buat saya tak masalah, yang penting bisa cepat sampai.

2. Dekat dengan pusat kota

Rumah saya saat ini berada di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Yah bisa dibilang mepet-mepet Bekasi. Artinya butuh perjuangan amat sangat untuk bisa sampai ke pusat kota, apalagi saat hari kerja. Nah, dengan tinggal di Kalibata City saya bisa lebih menghemat waktu untuk pergi ke berbagai daerah di pusat kota, dan tentu saja lebih enak karena status tempat saya tinggal masih di Jakarta, bukan di BSD. Hahaha.

3. Belajar hidup mandiri

Sebenarnya tinggal di kosan pun juga belajar hidup mandiri, tapi tentunya di apartemen semuanya berbeda. Kita harus menyiapkan makanan sendiri, mencuci pakaian sendiri, membersihkan kamar sendiri, dan masih banyak lagi. Intinya tinggal di apartemen jadi persiapan yang bagus buat saya untuk bisa lebih mandiri sebelum nantinya mendapat kesempatan studi di luar negeri (amin!)

4. Dekat dengan Pacar😀

Secara kebetulan, pacar saya tinggal di Kalibata City juga lho! Towernya pun bersebelahan. Jadi lebih enak kalau kita ingin bertemu dan jalan-jalan😀

Kurang lebih inilah 4 alasan saya mengapa akhirnya pindah ke apartemen saya di Kalibata City. Sedih memang harus meninggalkan Pondok Kelapa, tempat saya tumbuh besar dan menjadi manusia yang seperti sekarang ini. Sedih juga harus meninggalkan kawan-kawan Geng Kalimalang (Tasya, Evin, Renata) yang sejak SMA dulu sudah langganan untuk nebeng dengan saya. But the show must go on. Mudah-mudahan saya bisa betah di apartemen nantinya. Amin.

4 thoughts on “Pindah Ke Kalibata City

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s