Keluarga Gila Bola

Saya adalah seorang penikmat sepakbola sejak kecil. Pernah sih saya mencoba menjadi pelaku, namun nampaknya memang bukan jalan saya disana. Tapi tak apa, terkadang jadi penikmat memang lebih asik dibanding jadi pelaku, hehehe. Anyway, ketertarikan saya terhadap segala sesuatu tentang sepakbola sudah terjadi sejak masa serie-A masih ada di RCTI dengan komentator bung Rayana Djakasurya. Ketika itu Oliver Bierhoff (yang saat ini telah menjadi manajer timnas Jerman) masih menjadi striker andalan Udinese. Saat itu saya juga suka menonton Liga Champions, dimana saat itu adalah masa-masa ketika sponsor Real Madrid masih Teka. Jadul banget ya? Piala Dunia 1998 pun tidak saya lewatkan, dengan Belanda sebagai tim favorit saya. Sampai-sampai saya meminta orang tua saya untuk membangunkan saya saat liburan di Anyer demi menyaksikan Dennis Bergkamp dkk berlaga di Perancis.

Oliver Bierhoff (Sumber : repubblica.it)

Real Madrid jaman dulu, sponsornya pun masih Teka (sumber : rmfantalk.blogspot.com)

Tim Nasional Belanda di Piala Dunia 1998 ( Sumber : grandesselecoes.blogspot.com)

Obsesi terhadap sepakbola berlanjut hingga saya SD dan SMP. Saya sering sekali (Bahkan mungkin tidak pernah saya lewatkan) untuk menonton pertandingan Liga Champions setiap malam Rabu & Kamis sekitar jam 2 dini hari. Saya tak peduli tim mana yang bertanding, karena saat itu tujuan saya memang untuk menikmati pertandingannya. Saya tidak ingin melewatkan sama sekali momen-momen seru dalam pertandingan sepakbola, dimana momen itu tidak akan bisa didapat apabila hanya menonton highlights. Terkadang saking niatnya saya menonton sambil belajar apabila keesokan harinya ada ujian di sekolah. Dan anehnya saya tidak merasa mengantuk sama sekali. Aneh memang, hahaha.

Selain Liga Champions, Liga Indonesia dan Liga Inggris juga menjadi tontonan rutin saya dulu. Ya, dulu saat PSSI belum kisruh seperti sekarang, Liga Indonesia adalah Liga yang menurut saya sangat menarik untuk ditonton. Lagi-lagi saya tidak melihat tim mana yang bertanding, yang penting adalah saya bisa menikmati pertandingan sepakbola yang seru. Nah, apabila akhir pekan telah tiba, maka ritual yang saya lakukan hanya satu : standby di depan televisi (saat itu di TV7) jam 7 malam-2 pagi dan menyaksikan berbagai pertandingan Liga Inggris yang disiarkan. Saya harus salut dengan TV7 karena saat itu sangat loyal dalam menyiarkan laga-laga di Liga Inggris, tidak seperti pemegang hak siar sekarang yang terkesan setengah hati. Oiya, terkadang saya juga menyaksikan laga Liga Spanyol ketika belum diinvasi alien Messi terutama yang berlangsung sekitar jam 4 pagi hari Minggu dan Senin.

Semua aktivitas nonton bola ini adalah rutinitas saya dulu, ketika fisik ini masih cukup kuat dan belum banyak dibebani pekerjaan ataupun tanggung jawab lainnya. Kini, faktor fisik yang makin cepat lelah membuat saya harus memilih-milih untuk nonton bola. Saya hanya menonton pertandingan yang berlangsung pada primetime ataupun pertandingan Liverpool saja. Liga Champions dan pertandingan-pertandingan lainnya terpaksa saya nikmati melalui highlights di internet. Tapi kini ada fenomena menarik di keluarga saya. Jika dulu hanya saya yang bela-belain begadang sampai malam ataupun bangun dini hari untuk nonton bola, maka kini semua anggota keluarga saya sudah menjadi maniak bola semua!

Saya tidak paham apa yang membuat keluarga saya terserang virus gila bola, tapi yang jelas mereka kini menjadi lebih royal dibanding saya. Ibu saya kini adalah pendukung fanatik Real Madrid dan Arsenal, dengan Sergio Ramos menjadi pemain favoritnya. Beliau pernah bangun pagi bersama adik saya hanya demi menonton pertandingan MU vs Real Madrid, sesuatu yang kini sudah jarang sekali saya lakukan. Adik saya sendiri tiba-tiba ikut-ikutan saya menjadi pendukung Liverpool, bahkan mungkin lebih terobsesi. Buktinya ketika Liverpool berkunjung ke Malaysia tahun 2011 justru adik saya yang sangat ingin untuk menonton. Kami pun seringkali nonton bersama di ruang keluarga jika adik saya sedang pulang dari Jatinangor. Obsesi lainnya adalah ketika saya sedang iseng-iseng berbisnis jersey, ibu saya memborong beberapa jersey untuk beliau, ayah saya, dan saudara-saudara. Pagi-pagi pun kami juga sering menyaksikan berita sepakbola bersama-sama sebelum berangkat ke kantor. Hahaha, saya speechless melihat fenomena ini. Bahkan keluarga saya kini lebih gila bola dari saya. Tapi buat saya ini adalah fenomena yang positif dan patut disyukuri, karena sekeluarga punya ketertarikan terhadap satu hal yang sama : Sepakbola. Memang benar ya jika sepakbola bisa menyatukan banyak hal🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s