My Sister’s Thoughts : Fishery in Indonesia

Hello readers! I would like to introduce my little sister. Her name is Raras Pinasthika (@raraspin), but you can call her Raras or Thika. She’s an undergraduate student of Padjadjaran University, majoring in fisheries science. She’s really smart, you know? I knew it because she had an excellent academic record until her 4th semester, and I believe that she’ll continue to rise and shine🙂

Well, actually i’m not writing this post to give opinion about my sister, but I would like to share her thoughts about fishery in Indonesia. She’s too shy to write and she didn’t have her own blog, so I force her to share her point of view and post it on my blog. I believe many people didn’t know about the condition and prospect of fishery in Indonesia, even though our country is known for the extraordinary marine potential. So I hope this article will give you a better knowledge about fishery in Indonesia and we can maximize our marine potential to the advancement of this country. Happy reading!

Me and my sister @ Belitong, January 2012 (Dokumentasi Pribadi)

Me and my sister @ Belitong, January 2012 (Dokumentasi Pribadi)

Hai, kenalin gue Raras. Gue adalah seorang mahasiswi Universitas Padjadjaran, Jatinangor jurusan Perikanan. Iya, Perikanan. Mungkin orang-orang bingung kenapa gue milih jurusan itu waktu SNMPTN dulu. Padahal, masih banyak jurusan lain yang lebih bergengsi dan memiliki masa depan yang cerah. Masih banyak gue denger orang ngomong, “Perikanan?? Lo mau jadi nelayan??”. Jalan pikiran orang-orang Indonesia emang terlalu sempit. Pantesan nggak maju-maju. Dan itu juga mungkin yang bikin mahasiswa/i perikanan kadang minder dan down duluan saat ditanya tentang jurusan. Tanggapan itu pula yang kadang bikin mahasiswa perikanan dipandang sebelah mata oleh orang-orang. Ngapain gue capek-capek kuliah kalo ujung-ujungnya cuma mau jadi nelayan? Pastinya gue mau yang lebih dong, iya nggak? Gue pengen banget suatu saat nanti gue dan temen-temen sejurusan Perikanan di Indonesia bisa membenahi sektor perikanan Indonesia agar lebih baik lagi di masa depan.

Pada awalnya, gue emang nggak ngerti apa-apa tentang perikanan dan prospek buat ke depannya. Setelah gue google-ing tentang perikanan, prospek kerja, dan yang lainnya, ternyata dunia perikanan sangat menarik untuk ditelusuri. Kalian tau kan, Indonesia merupakan salah satu negara bahari? Indonesia juga merupakan salah satu negara yang memiliki garis pantai yang terpanjang di dunia dan memiliki sumberdaya perikanan dan kelautan yang sangat melimpah, mulai dari ikan, udang, rumput laut, mollusca, dan masih banyak lagi.

Dunia perikanan nggak hanya semata-mata masalah menangkap ikan untuk kemudian dijual. Itu salah besar. Dengan teknologi yang udah cukup maju, apapun bisa dilakukan dan dikembangkan dari dunia perikanan asalkan ada kemauan serta kemampuan yang memadai dari SDM yang kita punya. Teknologi pengolahan ikan, budidaya ikan, bioteknologi, dan lain sebagainya sudah mulai berkembang di dunia perikanan. Menarik kan? Dari teknologi tersebut juga, prospek kerja di bidang perikanan juga semakin beragam sehingga makin banyak menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran. Mulai dari berwirausaha di bidang pembuatan produk olahan ikan, budidaya perikanan, teknologi pembuatan pakan ikan, sampai menghasilkan varietas unggul dengan cara persilangan.

Kalo ngomongin permasalahan perikanan di Indonesia… wiih banyak banget dan sangat kompleks! Sangat kompleks artinya masalah-masalah tersebut diwariskan selama bertahun-tahun dan tak kunjung terselesaikan. Peran pemerintah sendiri dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia juga dianggap belum maksimal. Hal ini dicerminkan oleh lemahnya data perikanan Indonesia, lemahnya perekonomian masyarakat nelayan, lemahnya armada tangkap nasional, maraknya aksi pencurian ikan, derasnya impor ikan dan garam dari negara lain, serta lemahnya penegakan hukum, birokrasi yang berbelit-belit dalam pelayanan perizinan usaha perikanan, dan masih banyak lagi permasalahan kelautan dan perikanan lainnya yang belum terselesaikan. Banyak kan masalahnya? Kalo gue jelasin satu-satu mungkin gak akan selesai-selesai saking banyaknya. Tapi, yang paling gue heran adalah Indonesia masih aja impor ikan dan garam dari negara lain seperti Jepang, padahal laut di Indonesia sangat amat luas. Kenapa sih kita nggak bisa seperti Jepang yang lautnya gak seberapa kalo dibandingin sama Indonesia?

Kebutuhan masyarakat Indonesia akan ikan sangatlah tinggi, baik untuk konsumsi maupun industri. Indonesia belum mampu untuk memenuhi keseluruhan kebutuhan tersebut. Hal ini dapat disebabkan belum terpenuhinya infrastruktur dan transportasi antarwilayah di Indonesia. Banyak juga daerah produksi perikanan yang nggak dilengkapi teknologi cold storage dan makin maraknya illegal fishing. Sehingga, pemerintah lebih memilih jalan pintas untuk mengimpor dari luar negeri. Sungguh sangat disayangkan melihat laut Indonesia yang begitu luas tapi teknologi dan keamanan belum terpenuhi. Gimana perekonomian perikanan mau maju kalo begini terus?

Oleh karena itu, nggak heran lah kalo masyarakat pesisir Indonesia dan masyarakat yang berkecimpung di dunia perikanan menginginkan suatu gebrakan signifikan dari pemerintah khususnya dalam bidang perikanan dan kelautan. Nggak ada maksud ngerendahin pemimpin yang sekarang, tapi kalo bisa sih pemimpin-pemimpin di Kementerian maupun Dinas Perikanan di masa yang akan datang adalah emang orang-orang lulusan Perikanan dan Kelautan dan ngerti banget permasalahan di bidang itu dan nggak hanya mengambil jalan pintas dalam menyelesaikan masalah. Nah, saatnya generasi kita yang membenahi sektor perikanan-kelautan agar perekonomian masyarakat pesisir bisa meningkat dan kebutuhan protein ikan masyarakat Indonesia bisa terpenuhi dari hasil produksi negeri sendiri dan nggak perlu impor lagi. Oke siiiip🙂

One thought on “My Sister’s Thoughts : Fishery in Indonesia

  1. Hmm, interesting fact…
    Kalo pernah denger dari salah satu dosen Geodesi seh emang kenyataannya gitu, Indonesia baru bisa ngambil sekitar 500 jt ton/ tahun dari maksimal jumlah yang 1,5 miliar ton/tahun yang bisa diambil…

    The fact is, there is none of the government that wanted to play role to help fisherman to take fish resource to it’s maximum capacity…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s