Challenge Accepted

Jadi ceritanya kemarin saya seharusnya mengikuti medical check-up sebagai proses seleksi masuk salah satu perusahaan. Dan sebenarnya tes kesehatan ini sudah dijadwalkan untuk sabtu jam 8 pagi. Tapi berhubung saya sudah terlanjur menyanggupi untuk menjadi pembicara di sma saya pada jam 9-11.45 maka saya bernegosiasi agar saya bisa melakukan tes kesehatan di waktu yang lain. Akhirnya didapat waktu pada jam 1 siang hari sabtu dengan lokasi di jalan gunawarman. Artinya saya hanya punya waktu sekitar 1 jam untuk bisa tiba di lokasi setelah jadi pembicara. Challenge accepted.
Tes kesehatan ini sendiri mengharuskan saya untuk puasa sejak jam 10 malam. Saya hanya diperbolehkan minum air putih. Mungkin untuk menjaga kesterilan badan saya sehingga hasil tesnya akan valid. So, harus dibayangkan bagaimana saya harus menyampaikan materi tentang manajemen waktu dan manajemen proyek selama hampir 3 jam dengan kondisi berpuasa. Tapi tak apa, toh biasanya saya juga kuat-kuat saja kok puasa ramadhan tanpa makan dan minum. Challenge accepted again.

Singkat cerita, jam 8 saya berangkat dari rumah menuju sma saya. Jam 9 saya langsung menyampaikan materi. Suasananya cukup nyaman dan menyenangkan, walaupun saya merasa tidak semantap tahun lalu. Mungkin karena kontennya terlalu banyak, dan akhirnya waktunya pun molor. Pukul 12.15 saya baru bisa keluar dari sma saya. Gawat, pikir saya. Artinya saya hanya punya 45 menit untuk mencapai lokasi. Karena itu saya menyetir dengan sedikit ngebut dengan harapan saya tidak terlambat. Belum lagi saya tidak tahu lokasi persisnya walaupun saya sudah mencari di google maps. Ada sedikit sikap berjudi disini. Tapi tak apalah, sekali-sekali nekat boleh kan.

Jalanan sendiri setengah bersahabat saat itu. Ada lokasi yang macet namun ada juga yang lancar jaya. Saya pun akhirnya tiba di lokasi sekitar 5 menit sebelum jam 1. Namun ketika ingin parkir, sang petugas bertanya ke saya :

Petugas (P) : Mau periksa apa ambil hasil mas?
Saya (A) : Mau periksa pak. Medical check-up.
P : Wah kalo mau periksa udan tutup mas, jam 12 tadi terakhir.
A : Hah? Yang bener pak? Saya kan udah janjian jam 1. Saya coba tanya ke dalam bisa pak?
P : Ya silahkan aja, tapi yang jelas udah tutup mas.

Saya panik. Bingung. Takut. Khawatir kalau saya menyia-nyiakan salah satu kesempatan paling berharga dalam hidup saya. Saya pun segera memarkir mobil dan melihat di depan pintu. Ternyata memang khusus hari ini laboratorium tersebut hanya buka setengah hari karena adanya suatu rapat kalau saya tidak salah. Artinya kalau saya berangkat sedikit lebih cepat pun hasilnya akan sama. Saya pun langsung menelepon pihak HR terkait dan menceritakan kondisi yang ada. Rupaya pihak HR pun tidak mengetahui hal ini dan langsung memperbolehkan saya melakukan tes kesehatan di hari senin jam 9 pagi. Saya pun langsung bersyukur karena lagi-lagi diberi kesempatan kedua, karena tidak semua orang mendapat hal itu.

Yang sedikit mengesalkan adalah pada akhirnya puasa yang saya lakukan seperti sia-sia, begitupun usaha keras saya untuk ngebut dan bisa sampai di laboratorium tersebut tepat waktu. Mungkin ada pula yang berpikir, seharusnya saya membatalkan rencana memberi materi dan memilih untuk tes kesehatan di pagi hari. Tapi pada akhirnya saya tidak menyesal. Toh saya senang sekali untuk berbagi cerita dan inspirasi dengan adik-adik saya ini. Semoga saja semuanya berbuah hasil bagus, dimana adik-adik saya memahami hal-hal yang saya berikan, dan saya bisa melakukan tes kesehatan hari senin serta mendapat hasil yang memuaskan sehingga bisa diterima di perusahaan target saya ini. Amin.

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s