Mencoba E-Ticket Transjakarta

E-Ticket Transjakarta dari Bank BRI (Dokumentasi Pribadi)

Hari ini saya mencoba untuk memanfaatkan layanan baru pada Transjakarta, yaitu tiket elektronik atau e-ticket. Berhubung kantor saya berada di daerah Medan Merdeka Barat sedangkan saya tinggal di Pondok Kelapa Jakarta Timur, maka Transjakarta sudah menjadi teman baik saya yang selalu setia mengantarkan saya ke kantor ataupun kembali ke rumah. Oleh karena itu, tidak ada salahnya saya mencoba sistem tiket elektronik ini, siapa tahu bermanfaat.

Sistem ini baru diluncurkan oleh Pak Jokowi sekitar 2 minggu yang lalu dan bekerja sama dengan 5 bank besar, yaitu Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank BCA, dan Bank DKI. Dengan adanya sistem ini setidaknya Jakarta tidak tertinggal dibanding negara lain seperti Singapura yang sudah memiliki sistem pembayaran elektronik untuk naik transportasi massal.

Dari pengalaman saya sendiri, penggunaan e-ticket ini memiliki sejumlah manfaat. Pertama, mengurangi antrian saat pembelian tiket transjakarta. Dengan demikian kita akan lebih menghemat waktu karena tidak perlu mengantri untuk membeli tiket. Kedua, lebih praktis karena tidak perlu menyiapkan uang tunai. Yang penting pastikan saldo yang ada di kartu prabayar kita cukup untuk melakukan pembayaran tiket. Ketiga, lebih ramah lingkungan. Mengapa demikian? Karena kita tidak perlu mengambil tiket yang diberikan di loket yang sebenarnya cukup mubazir, hanya diberikan ke kita untuk dirobek dan langsung dibuang. Nah, ketiga hal ini menurut saya sudah cukup untuk membuat kita mulai beralih ke penggunaan tiket elektronik. Apalagi nantinya tiket elektronik ini akan bisa digunakan di berbagai transportasi massal lainnya. Selain itu kartu ini juga dapat digunakan untuk alat pembayaran di berbagai restoran ataupun toko-toko lainnya. Syarat dan ketentuan berlaku pastinya.

Untuk membeli tiket elektronik ini, kita hanya perlu menyiapkan uang sebesar 50 ribu rupiah dan membelinya di halte-halte yang ditunjuk. Saya sendiri membelinya di halte monas yang berada tepat di depan kantor saya. Sayangnya ternyata jika membeli disini kita tidak bisa memilih kartu dari bank yang kita inginkan karena pengambilan kartu dilakukan secara random. Saya sendiri sebenarnya menginginkan kartu e-money dari Bank Mandiri tapi akhirnya mendapat kartu BRIZZI dari Bank BRI. Sebenarnya kita bisa membeli tiket elektronik ini di bank-bank yang telah saya sebutkan tadi, namun harganya jauh lebih mahal dibanding jika membeli di halte Transjakarta. Sebagai perbandingan, dengan membeli di halte seharga 50 ribu rupiah saya sudah mendapatkan tiket elektronik berisi nominal uang 50 ribu rupiah. Sedangkan jika membeli di bank harga tiket elektronik ini sebesar 25 ribu rupiah TANPA ISI nominal uang. Artinya kita harus mengisi sendiri sehingga harganya jauh lebih mahal.

Untuk sementara, penggunaan e-ticket ini baru dapat digunakan di koridor 1 Transjakarta (Blok M-Kota), namun kabarnya dalam beberapa minggu ke depan layanan ini juga sudah bisa digunakan di koridor 3. Semoga dengan adanya layanan ini dapat meningkatkan kualitas dari Transjakarta sebagai salah satu (atau satu-satunya?) moda transportasi massal andalan warga Jakarta. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s