Macetnya Kalimalang dan Konstruksi Tol yang Terbengkalai

Konstruksi beton Jalan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) yang terbengkalai di Pondok Kelapa, Jakarta Timur (Sumber : antarafoto)

Konstruksi beton Jalan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) yang terbengkalai di Pondok Kelapa, Jakarta Timur (Sumber : antarafoto)

Buat anda yang tinggal di daerah Jakarta Timur, khususnya yang berada di sekitar Kalimalang, pasti sudah familiar dengan kemacetan yang hampir setiap hari menjadi teman setia saat berangkat ataupun pulang kerja. Bahkan kemacetan ini tidak hanya terjadi di hari dan jam kerja tapi juga di akhir pekan. Kemacetan yang terjadi disini bisa dibilang cukup wajar mengingat ruas jalan yang sempit namun volume kendaraan yang melewati jalanan di kawasan ini sangat banyak. Besanya volume kendaraan ini tidak lepas dari banyaknya warga masyarakat yang tinggal di daerah Jakarta Timur dan Bekasi yang bekerja di pusat kota, sedangkan jalan Kalimalang ini adalah satu-satunya akses yang bisa dilalui untuk mencapai pusat kota. Akibatnya sudah jelas, kemacetan parah pasti terjadi disini.

Untuk mengurangi kemacetan disini, sebenarnya sudah tertanam banyak konstruksi beton yang mengiringi sungai Kalimalang. Konstruksi ini sendiri sudah tertanam bahkan sejak saya masih SD. Namun entah kenapa hingga saat ini konstruksi ini terbengkalai dan tidak jelas kelanjutannya. Memang menurut berita yang ada sebenarnya konstruksi ini ditujukan untuk membangun jalan tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) yang terhenti saat krisis ekonomi melanda Indonesia pada tahun 2000. Dan sejak saat itulah kelanjutan proyek ini tidak jelas dan hanya menjadi penghias di sepanjang Kalimalang.

Di tengah kekesalan akibat kemacetan di daerah ini yang semakin parah, saya sempat bertanya-tanya dalam hati :

Mengapa di kawasan yang padat seperti kalimalang justru tidak ada rencana pembangunan transportasi massal?

Saya berpendapat demikian karena banyak sekali warga yang tinggal disini dan beraktivitas di pusat kota Jakarta. Dengan keberadaan transportasi massal disini, saya percaya bahwa kemacetan di kawasan ini bisa jauh berkurang. Nah, dari pertanyaan tersebut dan melihat fakta bahwa banyak konstruksi jalan tol yang terbengkalai, saya sempat punya pikiran gila :

Apakah memungkinkan bila dibangun jalur transportasi massal (entah MRT atau Monorail) diatas konstruksi jalan tol yang terbengkalai tersebut?

Saya memang bukan orang yang punya latar belakang konstruksi dan transportasi, sehingga saya tidak mengerti hitung-hitungan teknisnya. Tapi saya pikir daripada konstruksi tol ini hanya menganggur saja mengapa tidak dimanfaatkan untuk yang lain? Saya tahu bahwa implementasinya tidak segampang itu, tapi ada yang harus dilakukan untuk mengurangi kemacetan di kawasan ini. Pikiran gila ini sendiri lebih didasarkan rasa muak atas kemacetan yang setiap hari dirasakan di kawasan ini. Saya cuma berharap semoga konstruksi yang ada di kawasan ini bisa ditindaklanjuti dan tidak dibiarkan terbengkalai, karena tidak hanya saya yang lelah, tapi hampir semua warga masyarakat lelah dengan kemacetan Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s