Delapan Kebanjiran (Lagi)

Sebagai ibukota negara Indonesia yang sudah pasti menjadi pusat perekonomian dan pusat aktivitas masyarakat Indonesia, Jakarta ternyata menyimpan sebuah ironi tersendiri. Kota ini adalah kota langganan banjir. Setiap musim hujan telah tiba, tamu tak diundang ini selalu datang tanpa permisi dan membuat berbagai lokasi di ibukota tenggelam oleh luapan sungai-sungai yang ada. Bahkan tak jarang si tamu tak diundang ini mengajak begitu banyak teman-temannya setiap 5 tahun sekali sehingga aktivitas di ibukota lumpuh seperti yang baru saja terjadi beberapa hari terakhir. Jakarta kebanjiran.

Banjir di Thamrin (sumber : Twitter)

Banjir di Thamrin (sumber : Twitter)

Nah, jika kita bicara soal banjir di ibukota, ada satu tempat yang hampir selalu menjadi langganan banjir. Tempat itu adalah sekolah tempat saya menuntut ilmu semasa SMA, yaitu SMA Negeri 8 Jakarta. Ya, sejak dahulu sekolah ini sudah memiliki reputasi yang jempolan tidak hanya dari sisi akademik namun juga dari sisi langganan banjir. Bahkan ada guyonan yang menyebutkan kalau kita belum sah menjadi anak 8 kalau belum pernah terkena banjir. Sebuah ironi memang, sekolah unggulan kok banjir.

Anyway, melihat kondisi banjir yang terjadi di berbagai titik di ibukota dalam 3 hari terakhir, maka tidak heran jika SMA 8 pun ikut tergenang banjir. Ketinggian airnya pun cukup tinggi, mungkin sekitar 1 meter atau seukuran pinggang orang dewasa. Hal ini dikarenakan lokasi SMA 8 yang memang berada di cekungan sehingga ketinggian air disini cukup tinggi. Untungnya kondisi banjir saat ini tidak separah ketika saya masih sekolah dahulu, dimana banjir mencapai se-mata kaki. Mata kaki lantai dua tentunya.

Banjir kok jadi tradisi? (Dokumentasi pribadi)

Banjir kok jadi tradisi? (Dokumentasi pribadi)

Banyak warga masyarakat sekitar Bukit Duri yang menjadi korban akibat musibah ini. Tak terkecuali para guru dan karyawan SMA 8 yang harus siap siaga dalam memindahkan berbagai barang berharga agar tidak terendam banjir. Mereka juga harus selalu standbyย karena bisa saja banjir yang lebih besar sewaktu-waktu menyerbu SMA 8. Untuk itu dalam rangka membantu warga masyarakat dan juga para guru, saya bersama beberapa kawan yaitu Bimandra Adiputra Djaafara (Andra) dan Tasya Febi Lovina (Tasya) berinisiatif untuk memberikan bantuan berupa buah-buahan dan juga sejumlah obat-obatan. Pemberian bantuan ini sendiri kami lakukan hari sabtu (19 Januari 2013) sambil bersilaturahmi dengan para guru dan meninjau kondisi banjir di SMA 8.

Kondisi SMA 8 Pada Hari Jumat Sore (Sumber : Bapak Wangsa Jaya)

Kondisi SMA 8 Pada Hari Jumat Sore (Sumber : Bapak Wangsa Jaya)

Ada sejumlah guru yang kami temui, seperti Bu Pur, Pak Sutrisno Prasodjo, Pak Eko, Frau Sri, Miss Desi, Bu Ermi, dan lain-lain. Dari ekspresi yang mereka tunjukkan, sepertinya mereka sudah tidak ingat dengan kami. Hal ini wajar karena kami telah lulus sejak 4 tahun yang lalu (tua juga ya?). Di posko banjir ini sendiri kami juga bertemu dengan pedagang soto madura yang sudah menjadi langganan kami saat nongkrong sepulang sekolah. Kami juga bertemu dengan kawan lama yaitu Utomo dan Bajil. Tujuan mereka kesini pun sama, mampir melihat kondisi 8 sambil menyumbangkan bantuan kepada masyarakat.

Kondisi banjir disini saat kami mampir sudah lebih surut dibanding sebelumnya. Namun ketinggian air masih cukup tinggi untuk bisa memasuki SMA 8. Banyak anak kecil yang bermain air disini, seakan melupakan derita mereka karena rumahnya terendam banjir. Bahkan ada juga warga masyarakat yang memanfaatkan air gratis ini untuk mencuci motornya. Buka mata, ini nyata, hanya di Indonesia.

Kiri ke Kanan : Bajil, Andra, Aga, Tasya, Uto (Dokumentasi Pribadi)

Kiri ke Kanan : Bajil, Andra, Aga, Tasya, Uto (Dokumentasi Pribadi)

Kesempatan dalam kesempitan : Mencuci motor dengan air banjir (Dokumentasi Pribadi)

Kesempatan dalam kesempitan : Mencuci motor dengan air banjir (Dokumentasi Pribadi)

Perahu karet lewat ditengah anak-anak yang asik berenang (Dokumentasi Pribadi)

Perahu karet lewat ditengah anak-anak yang asik berenang (Dokumentasi Pribadi)

Inilah sedikit cerita yang bisa saya sampaikan terkait kondisi SMA 8 kemarin. Kabarnya hari ini banjir sudah surut dan sudah diadakan bersih-bersih di SMA 8. Saya berharap semoga banjir tidak terjadi lagi agar warga masyarakat bisa kembali beraktivitas normal dan kegiatan akademik di SMA 8 bisa kembali berlangsung. Untuk warga masyarakat di daerah lain yang masih terkena banjir, mudah-mudahan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Semoga pemerintah bisa segera bertindak cepat dalam membantu para korban dan juga memikirkan solusi-solusi terbaik agar ibukota tak banjir lagi. Amin.

2 thoughts on “Delapan Kebanjiran (Lagi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s