Perjuangan yang (Semoga) Membuahkan Hasil

Kemarin (16 Januari 2013) adalah salah satu hari paling penting dalam perjuangan saya meniti karir. Ini dikarenakan pada hari itu saya medapat panggilan wawancara di salah satu perusahaan telekomunikasi yang memang sudah menjadi target saya sejak lama. Untuk itu berbagai persiapan saya lakukan, mulai dari observasi tentang profil perusahaan, prestasi-prestasinya, sampai observasi terkait pertanyaan-pertanyaan yang biasanya muncul saat interview. Saya sudah hampir menjalani sekitar belasan interview, namun tidak ada yang seniat ini. Semua saya lakukan demi bisa mndapatkan hasil yang terbaik.
Namun memang yang namanya manusia hanya bisa berencana, karena hanya Tuhan yang Maha Menentukan. Berbagai rintangan dan cobaan terus saya hadapi sepanjang persiapan saya menuju lokasi wawancara di daerah Gatot Subroto. Semua berawal dari matinya air PAM di rumah saya. Suatu kejadian yang tidak biasa karena waktu sudah menunjukkan pukul 05.30. Beruntung ada kamar mandi cadangan yang airnya masih menyala. Tantangan berikutmya adalah kemacetan lalu lintas yang tak terduga. Saya berangkat pukul 06.15 dan biasanya untuk mencapai lokasi saya hanya butuh waktu maksimal 2 jam. Namunย  hujan deras sejak senin malam ditambah banjir yang terjadi di sejumlah titik membuat perjalanan menjadi jauh lebih lama. Belum lagi jalur tebet yang biasanya saya lalui ditutup akibat banjir dan saya harus melalui jalan otista yang padatnya luar biasa.

Saya pribadi sudah khawatir sebenarnya. Khawatir bahwa saya tidak akan mendapat cukup waktu untuk tiba di tujuan. Berbagai rencana cadangan pun dipersiapkan, seperti menelepon pihak HRD dan mencari ojek agar perjalanan lebih cepat. Namun rencana kedua cukup sulit diterapkan karena setiap pool ojek yang ditemukan selalu kosong. Akhirnya dengan modal nekat saya meminta sopir saya untuk masuk ke tol dalam kota demi menghindari macet di lampu merah pancoran. Memang jalanan tetap tersendat tapi setidaknya tidak menunggu terlalu lama.

Ditengah rasa khawatir dan harap-harap cemas, tiba2 polisi melakukan blokade di jalan tol. Ada apa gerangan? Ternyata akan ada pejabat yang lewat. Oh man! Saya benar-benar geram dengan hal ini. Bagaimana bisa dalam kondisi lalu lintas yang kacau seperti ini ada pejabat yang tidak punya hati nurani dan memilih untuk menggunakan voorijder? Gila memang. Untungnya pemblokiran ini tak berlangsung lama. Singkat cerita, karena pintu keluar menuju kuningan macet maka saya memilih untuk keluar di Semanggi dan masuk SCBD lalu naik ojek. Lewat perjuangan melalui berbagai jalan tikus akhirnya saya tiba pukul 09.15, tepat 15 menit sebelum waktu yang disepakati. Alhamdulillah.

Wawancara yang saya ikuti sendiri menurut saya adalah salah satu yang paling berkesan. Saya tidak banyak ditanya tentang kompetensi teknis namun lebih ke arah kelebihan dan kekurangan diri, studi kasus, bahkan saya diminta menjadi salesman. Sang penanya menurut saya adalah orang yang cerdas karena mencoba untuk menggali potensi diri saya dengan cara yang unik. Saya sendiri sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik, tapi semuanya saya serahkan kepada Allah. Semoga perjuangan yang saya lalui sepadan dengan hasil yang akan saya dapatkan nantinya. Amin.

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s