Abis Lulus Mau Ngapain?

Ada sebuah kebanggaan tersendiri ketika kita pada akhirnya berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi. Hal ini wajar mengingat menjalani kuliah bukan perkara mudah. Segala effort pasti sudah dikeluarkan secara maksimal, mulai dari sisi finansial hingga dari sisi kemampuan akademis kita sebagai peserta didik.


Nah, yang jadi masalah adalah ketika kita bingung menentukan arah selanjutnya. Kemana kita harus melangkah? Memang lulus dari kuliah tidak sama seperti saat dulu masih menjalani pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP, SMA) dimana biasanya sudah ada jenjang pasti yang dilalui. Lulus SD, ya masuk SMP. Lulus SMP ya masuk SMA. Mungkin biasanya ada sedikit kegalauan waktu mau memilih jurusan, tapi tetap saja biasanya ini merujuk ke sesuatu yang pasti. Tapi lulus kuliah berbeda, karena kita benar-benar dihadapkan dengan dunia yang real dan ada banyak pilihan yang bisa kita ambil secara bebas. Tentu dengan konsekuensinya masing-masing.

Lantas apa sih yang biasanya menjadi pilihan mereka yang baru lulus? Saya mencoba sedikit merangkum berdasarkan pengamatan dan ngobrol-ngobrol dengan beberapa kawan ataupun senior. Ini kira-kira pilihan setelah lulus :

1. Kerja

Rasanya ini adalah pilihan yang paling banyak diambil oleh mereka yang baru lulus. Pilihan ini sendiri bahkan mungkin sudah tertanam jauh-jauh hari sebelum mereka lulus, misalnya saat pertama kali masuk perguruan tinggi. Pilihan lapangan kerjanya pun bervariasi, ada yang sesuai dengan bidang jurusan yang ditekuni atau memilih untuk berkarir di perusahaan yang memberikan jaminan finansial tinggi (baca : oil & gas company). Pilihan untuk bekerja menurut saya adalah yang paling fleksibel, karena nantinya bisa berkembang ke pilihan-pilihan lain yang akan saya bahas selanjutnya. Tantangannya hanya satu : jumlah lapangan kerja < pencari kerja.

2. Melanjutkan Studi

Pilihan ini biasanya diambil oleh mereka yang lebih berjiwa akademisi. Jadi mereka tidak akan masuk ke dunia kerja sebelum memiliki kompetensi keilmuan yang tinggi. Kebanyakan mereka yang melanjutkan studi memilih untuk melanjutkannya di luar negeri. Alasannya bervariasi, mulai dari fasilitas riset yang jauh lebih bagus dibanding di Indonesia sampai hanya ingin merasakan bagaimana hidup di luar negeri (seperti saya). Banyak yang begitu lulus sarjana langsung melanjutkan studi magister bahkan hingga doktor, tapi banyak juga yang memilih bekerja dulu untuk menimba pengalaman sambil mempersiapkan persyaratan untuk mendapat beasiswa.

3. Membuka Bisnis Sendiri

Ini juga sekarang mulai menjadi pilihan yang populer. Konon katanya supaya Indonesia menjadi negara maju dibutuhkan sekitar 2% enteprenur, namun di negara kita jumlahnya belum mencapai angka tersebut. Karena itulah kini banyak diadakan seminar-seminar dan pelatihan wirausaha untuk mendorong para mahasiswa menjadi pengusaha setelah lulus. Nah, biasanya mereka yang mengambil jalur ini adalah mereka yang telah merintis usaha kecil-kecilan saat kuliah. Mungkin tadinya hanya sampingan, tapi setelah sukses mulai dipertimbangkan untuk diseriuskan. Ada juga yang merasa bahwa passion-nya adalah menjadi entepreneur dan bukan di bidang keilmuan yang sedang dipelajari. Pilihan ini sendiri biasanya juga bisa diambil oleh mereka yang tadinya sudah bekerja. Bisa karena mereka tidak merasa cocok di dunia kerja, atau bisa juga karena memang ingin membuka bisnis yang bergerak di bidang seperti bidang kerja mereka dulu.

Ini adalah tiga pilihan yang paling umum diambil. Masih ada juga sejumlah pilihan lain, seperti langsung menikah ataupun memilih menganggur dulu dan travelling, tapi persentasenya biasanya tidak banyak. Jadi, mana pilihanmu? Ayo tentukan sejak dini supaya kamu tidak bingung menentukan arah masa depanmu!

Kalo Jodoh Gak Akan Kemana

Sudah sekitar sebulan saya resmi memegang status sarjana teknik. Kalau dihitung-hitung sejak beres sidang, maka sudah 2 bulan saya menjadi beban negara alias pengangguran. Nah, biasanya masa-masa sekarang ini adalah masa yang cukup membuat frustasi terutama bagi mereka yang memilih masuk ke dunia kerja. Kenapa? Karena sering sekali kita tidak mendapat panggilan untuk mengikuti tes ataupun interview dari tempat kita melamar padahal kita sudah apply ke banyak perusahaan. Mungkin hal ini tidak terlalu terasa pada 1-2 minggu setelah lulus, tapi setelah 1-2 bulan hal ini akan sangat terasa. Saya pun mengalaminya. Dan harus diakui, ini memang cukup membuat diri saya sedih. Mungkin anda juga mengalaminya.

Buat kalian yang masih merasakan apa yang saya alami ini, jangan khawatir. Semua akan indah pada waktunya. Kalau sudah jodoh, insya Allah gak akan kemana deh! Saya pun akhirnya berhasil mendapat beberapa panggilan setelah menunggu hingga sebulan (walaupun belum ada yang diterima). Banyak-banyaklah berdoa kepada Allah karena hanya Dia yang mengetahui apa yang terbaik buat kita. Mungkin memang belum jalan kita bila kita belum dipanggil. Percayalah, Allah sedang menyiapkan yang terbaik untuk kita. Tetaplah berusaha dan berdoa. Semoga berhasil!


The Joke is All Around, All You Have to do is Laugh!

Kemarin saya sedang iseng membuka-buka isi e-mail saya. Siapa tahu ada informasi menarik yang sempat saya lewatkan. Tiba-tiba saya menemukan sebuah e-mail yang didalamnya terdapat tulisan seperti ini :


“The joke is all around, all you have to do is laugh”


Kalimat diatas dulu sangat akrab di mata saya karena kalimat ini saya gunakan untuk signature di e-mail saya. Ini bukan versi asli, hanya diubah dari kalimat yang mirip tapi saya lupa apa isinya. Dulu saya senang ketika menggunakan signature ini, tapi karena satu dan lain hal signature ini saya hapus agar tidak ada kesan non-formal yang muncul saat orang lain membaca e-mail saya.

Buat saya, kalimat ini menarik karena memang terlalu banyak hal-hal yang tidak masuk akal, lucu, dan gila yang sering terjadi di sekitar kita. Kalau bahasa teman saya, God is funny and really has a sense of humour. Karena itu sebenarnya tugas kita sederhana saja, tertawalah dan nikmati segala proses yang terjadi dalam hidup ini. Mungkin kelucuan-kelucuan ini sudah sering kita alami, terutama kelucuan yang membuat kita terasa jadi manusia yang menyedihkan, tapi nikmati sajalah. Terkadang kita terlalu serius dan tegang dalam menghadapi berbagai masalah sampai-sampai kita sudah tak mampu untuk tertawa. Karena itulah Tuhan menyediakan media-media yang tak terduga untuk membuat kita tertawa.

Poin dari kalimat ini sebenarnya simpel : segala sesuatu ada hikmahnya. Yang penting kita terus berusaha dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Ketika memang usaha kita masih belum membuahkan hasil (seperti yang saya alami hingga saat ini) kita harus percaya bahwa mungkin memang belum saatnya keinginan kita dikabulkan. Cobalah untuk “tertawa” dan mengambil hikmah yang ada. Percaya deh, Tuhan sayang kok sama kita. God knows what’s the best for us. Buat yang masih mengalami masa-masa sulit seperti saya, ingat aja kalimat diatas ini dan nikmatilah kelucuan-kelucuan yang ada di sekitar kita, dan kita akan sadar bahwa hidup ini terlalu lucu untuk tidak ditertawai. Happy laughing!

Walaupun ompong, bapak ini ketawanya lebar banget. Gimana dengan lo?
(Sumber : http://altnash.blogspot.com/2011/06/rants-pet-peeves-2.html)