Ingin Bukan Berarti Butuh

Beberapa hari yang lalu saya baru saja mendapat e-mail dari perusahaan yang saya apply. Intinya adalah saya belum mendapat kesempatan untuk berkarir disana. Ada perasaan sedih memang, mengingat perusahaan ini adalah salah satu target saya sejak lama. Tapi kesedihan itu sendiri tidak terlalu mendalam. Mengapa?


Secara pribadi, saya sangat ingin untuk bisa berkarir di perusahaan yang katanya merupakan IT company terbesar di dunia tersebut. Entah apa yang membuat saya sangat ingin disana. Mungkin karena banyak senior yang saya kenal telah lebih dulu berada disana. Padahal dari sisi keilmuan pun tidak terlalu berhubungan dengan apa yang telah saya pelajari. Bahkan saya sendiri tidak tahu banyak tentang perusahaan tersebut. Tapi saya tetap saja punya keinginan yang besar.

Di sisi lain, saya tiba-tiba mengalami keraguan terutama setelah selesai menjalani wawancara terakhir. Saya sempat bertanya dalam hati, “apa iya ini adalah yang benar-benar saya inginkan?”. Sepertinya ada pergolakan tersendiri walaupun saya juga ingin untuk berkarir disana. Tapi rasa ketidaktahuan dan ketakutan akan masa depan sepertinya terlalu besar untuk saya hadapi. Saya khawatir bahwa ini bukan yang cocok buat saya. Khawatir juga kalau nantinya ekspektasi saya tidak sesuai dengan realita yang ada. Itulah yang membuat saya ragu.

Di tengah keraguan itu, memang yang paling benar adalah memohon jawaban kepada Sang Pencipta. Dia yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Doa saya sederhana saja : 

Ya Allah, jika memang ini yang terbaik maka terimalah saya di perusahaan tersebut. namun jika bukan yang terbaik maka pertemukanlah saya dengan “jodoh” saya suatu saat nanti.

Saya ulang doa tersebut terus-menerus. 
Dan akhirnya beberapa hari yang lalu saya dapatkan jawabannya.
Saya tidak diterima.
Kadang kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk mendapat sesuatu yang kita inginkan, tapi jika Allah tak mengizinkan maka kita pun hanya bisa menerima dengan lapang dada. Mungkin yang kita inginkan memang bukan yang kita butuhkan, dan Allah sangat mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Semoga segera dipertemukan dengan yang lebih baik. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s