Tangkuban Perahu Hiking Trip : Jalan-Jalan Biasa yang Tidak Biasa! (2)

Setelah berjalan mendaki gunung lewati lembah dan melihat berbagai pemandangan yang indah, kami memasuki area yang cukup sulit yaitu hutan. Guide kami yaitu Iqbal memang sudah memperingatkan bahwa kami akan melalui hutan, namun ternyata hutan yang kami lalui ini jauh lebih sulit dan lebih berbahaya dibanding yang pernah Iqbal lewati dahulu. Jalan yang sempit (bahkan bisa dibilang tidak ada jalan) ditambah tanah yang rentan longsor membuat kami harus ekstra hati-hati. Belum lagi ancaman hewan-hewan seperti lebah yang terkadang muncul tiba-tiba. Tanaman berduri pun siap merobek kulit kami jika kami sembarangan dalam mencari pegangan. Tak jarang kami juga menemukan pohon yang menutupi jalan sehingga kami harus merangkak dan berjalan menyamping layaknya model di iklan WRP.



Saya sendiri sempat khawatir bahwa kami tidak akan bisa keluar dari hutan ini, mengingat hampir satu jam kami terjebak dan belum ada tanda-tanda bahwa kami menuju jalan yang tepat. Tapi kami semua tetap optimis dan saling membantu selama perjalanan. Optimisme kami ini akhirnya membuahkan hasil karena kami mendengar suara motor di dekat kami, yang artinya kami menuju jalan yang tepat! Dan benar saja, tak lama kemudian kami telah sampai di jalan setapak nan berbatu. Perjuangan keras kami di dalam hutan pun tak sia-sia. Alhamdulillah, kami semua masih diberi kesempatan hidup oleh Allah.


Masih lengkap gan!
(Dokumentasi Pribadi)

Kerasnya perjalanan kali ini pun memakan korban yaitu sandal gunung saya. Kondisinya menjadi mengenaskan dan akhirnya tak dapat dipakai kembali. Beruntung teman saya Farid membawa sandal cadangan walaupun hanya sandal jepit. Tak apalah, yang penting bisa dipakai. Kapan lagi kan naik gunung memakai sandal jepit? :)) Anyway, perjalanan berlanjut dengan menyusuri jalan berbatu yang cukup lebar dan membosankan. Ya, dibandingkan dengan petualangan di hutan, jalanan ini memang kurang memiliki tantangan. Tapi karena jarak dengan puncak tangkuban perahu masih jauh maka kita harus terus berjalan.


Challenge Accepted : Naik gunung dengan sandal jepit
(Dokumentasi Pribadi)

Satu jam kami berjalan, akhirnya ada tanda-tanda bahwa kami semakin dekat.  Sebuah batu yang berada di tengah persimpangan jalan membuat kami mengambil jalan ke kanan. Jalanan menjadi lebih sempit dan lagi-lagi menjadi seperti selokan. Namun tak lama kemudian kami pun tersenyum, karena kami telah tiba di puncak Gunung Tangkuban Perahu! Pemandangannya sungguh luar biasa, terlebih karena lokasi pendakian kami bukan lokasi yang biasanya dilalui oleh masyarakat umum. Alhamdulillah, perjuangan kami terbayarkan juga.


Nampang dulu boleh lah ya
(Dokumentasi Pribadi)

Bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s