Jelajah Kota Bandung Bersama Navigacity (4)

Setelah melalui perjalanan panjang, petualangan kelompok A06 di Navigacity 2012 mencapai puncaknya. Apakah kami berhasil menjadi juara?


6. Alun-Alun


Setelah semua games di museum sribaduga kami selesaikan, panitia memberitahu bahwa ada waktu rehat 1 jam sebelum petunjuk selanjutnya di-broadcast. Tapi kami sudah bisa menebak lokasi mana yang akan jadi tujuan kami, jadi langsung saja meluncur ke lokasi berikutnya, Alun-Alun! Kami begitu yakin karena agak jauh jika kami menuju ke baksil dahulu baru ke alun-alun kemudian ke kampus. Dan kebetulan rute terdekat dari tegal lega memang ke arah alun-alun, jadi langsung saja kami berangkat sekalian istirahat sholat makan siang.



Waktu masih tersisa sekitar setengah jam sebelum pukul 1, tapi sudah banyak kelompok dari rombongan A yang berada di sini. Nampaknya mereka semua memiliki pemikiran yang sama dengan kami. Bahkan menjelang jam 1 sudah ada kelompok yang mengantri di depan meja panitia, padahal petunjuk belum dipublikasikan. Tapi sekali lagi, polanya memang sudah terbaca. Kembali ke games yang ada di sini. Singkat cerita, permainan kali ini cukup menarik. Pertama, kami harus berfoto dengan latar belakang masjid agung dengan kondisi menara yang harus terlihat secara penuh. Kedua, kami diminta mencari stiker Geopoint 2012 yang tersembunyi di area alun-alun. Gampang-gampang susah ternyata.


Untuk games pertama, kami harus bergerak hingga ke pojok alun-alun agar bisa mendapat angle yang pas. Saya sampai harus memberi instruksi ke Caca agar bergerak sejauh mungkin ke pojok. Tapi setelah Caca mendapat angle yang pas, saya dan Andro selaku objek yang tadinya akan difoto malah kabur. Kenapa? Karena ternyata Ika dan Manaor telah berhasil menyelesaikan tugasnya! Caca pun kebingungan.


Games kedua cukup seru. Tantangannya adalah bagaimana mencari stiker yang kecil di tengah alun-alun yang sangat luas. Saya paling tidak jago dengan hal-hal seperti ini. Tapi beruntunglah kelompok kami memiliki seorang Andreas Manaor yang bisa membaca situasi. Melihat ada anggota kelompok lain yang tiba-tiba berlari kegirangan ke meja panitia dari suatu spot, dia pun langsung menuju ke spot yang sama dan menemukan stikernya! Ternyata stiker ini tersembunyi di dekat panitia lain yang duduk santai. Sekali lagi, panitia kurang canggih dalam mengatur strategi agar tidak mudah ditemui peserta.


Berpose di depan Masjid Raya Bandung
(Sumber : Andro Suryo)

7. Babakan Siliwangi


So this is it! The final countdown! Akhirnya perjuangan kami akan segera berakhir di baksil! Kami sangat semangat sampai-sampai kami menjadi tim ketiga dari rombongan A yang tiba disini. Kami sudah yakin karena tempat inilah satu-satunya yang belum kami kunjungi. Sayangnya lagi-lagi panitia kurang lihai dalam menipu peserta. Saat kami tiba ada panitia yang menyambut kami dan berkata, “Pos disini belum mulai jadi tunggu sebentar dulu ya.” Oke, kami jadi makin yakin bahwa pos selanjutnya memang disini. Dan sambil menunggu, kami berfoto dengan pose layaknya kelompok yang sedang kebingungan mencari petunjuk sambil melihat peta. Tentu saja biar terlihat keren. Oh, salah. Kami memang keren.

Nunjuk apa ya kok sambil ketawa-ketawa?
(Sumber : Andro Suryo)
Menjelang jam 2, baksil makin ramai dengan anggota rombongan A yang lain. Namun kami masih belum diperbolehkan ke pos selanjutnya. Begitu waktu sudah tepat jam 2, kami pun langsung bergegas lari ke kandang domba. Kami beradu cepat dengan kelompok lain, entah kenapa. Padahal waktunya tidak dihitung. Dan faktor stamina pun menghambat kami, terutama saya. Untung saya masih bisa tiba di kandang domba dengan cukup cepat. Setibanya disini kami diberikan sebuah meteran untuk memainkan games berikutnya, yaitu mengukur keliling! Ada banyak tali rafia dengan berbagai bentuk, dan tugas kami adalah mengukur keliling dari 2 macam bentuk dalam satuan cm. Tidak sulit ternyata, walaupun sempat agak bingung tapi kami berhasil melaluinya dengan baik.

Kami tiba di kampus dengan perasaan optimis dan percaya diri bahwa kami bisa meraih 5 juta rupiah. Sayang sekali kesabaran menunggu hingga malam tidak berbuah hasil yang manis. Kami gagal menjadi juara. Doorprize pun nyaris kami dapatkan. Ya, hanya nyaris karena yang mendapatkannya adalah kelompok tetangga kami. Sedih juga. Dan setelah dilihat di scoreboard, ternyata skor terkecil kami adalah saat di baksil. Padahal jika kami mendapat skor tertinggi disana, mungkin kami bisa menjadi juara 2! Ah, kami memang belum beruntung. Tapi tak apa, karena setelah Navigacity pun kami masih mendapat makan malam gratis dari saudara Reza Hakim yang berulang tahun😀

Begitulah cerita kami di Navigacity 2012. Buat saya pribadi, acara ini menarik banget karena belum pernah ada di ITB yang membuat acara sejenis. Namun untuk kedepannya perlu ada pengembangan-pengembangan supaya lombanya lebih seru, seperti jumlah area yang lebih banyak agar tidak gampang ditebak, ataupun petunjuk yang hanya dikirim via sms agar kelompok lain tidak mengetahui lokasi-lokasi lainnya. Tapi sekali lagi, acara ini menurut saya sudah sukses besar! Selamat buat para panitianya!

Kelompok A06, ki-ka : Manaor, Aga, Ika, Caca, Andro
(Sumber : Andro Suryo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s