Perjuangan Heroik Chelsea Tumbangkan Barca

320px-uefa_champions_league_logo_2svg1.png (320×327)
sumber : https://dimz461.wordpress.com



Malam tadi saya menghabiskan waktu di lab residensi telematika untuk mengerjakan TA menyaksikan salah satu partai semifinal Liga Champions Eropa antara Barcelona dan Chelsea. Bersama teman-teman seperjuangan yang lain, kami menonton salah satu pertandingan sepak bola yang paling berat sebelah dan paling menyakitkan yang pernah saya saksikan.



Sebelum pertandingan, kondisi yang ada lebih berpihak kepada Chelsea. Mereka mengantungi keunggulan 1-0 pada pertemuan pertama dimana gol dicetak Didier Drogba. Namun pada saat itu pertandingan murni dikuasai Barcelona, sayang saja mereka tidak beruntung berkat kegemilangan Petr Cech dan banyaknya peluang Barcelona yang mengenai mistar gawang. Rekor pertemuan di Nou Camp pun cukup menguntungkan karena mereka selalu bermain imbang dalam 3 duel terakhir. Statistik lain juga mengatakan bahwa tim yang berhasil menang 1-0 di leg pertama hampir selalu lolos ke final. Tapi itu semua sekali lagi hanya statistik di atas kertas. Faktanya Barcelona tidak pernah kalah di Camp Nou dalam laga Liga Champions musim ini. Dan tentunya kita semua tau bahwa default permainan Barcelona adalah possession football yang tidak bisa dilawan. Sehebat apapun timnya pasti kalah dalam penguasaan bola dengan Barcelona. Artinya bisa dipastikan bahwa Barcelona akan menyerang habis-habisan di pertandingan kali ini, dan Chelsea akan memilih untuk bertahan total demi mengamankan keunggulan.


Dan benar saja, Barcelona menyerang terus sepanjang pertandingan. Terlihat dari formasi awal yang diusung, 3-3-4. Sedangkan Chelsea praktis hanya mengandalkan serangan balik dengan formasi 4-5-1. Mereka benar-benar bertahan total dengan menempatkan seluruh pemainnya di area sendiri. Namun sesekali Drogba berhasil lepas dari penjagaan dan memberikan sedikit ancaman. Tapi tetap saja, konsentrasi Chelsea tertuju pada bagaimana mereka harus menjaga keunggulan yang sudah diraih. Serangan Barca benar-benar mengalir dari berbagai sisi, kiri, tengah dan kanan. Lewat kombinasi Tiki Taka yang indah dan cepat, mereka terus berusaha mencari gol yang dinanti. Namun sayang Petr Cech sedang dalam performa terbaik. Sejumlah peluang berhasil diselamatkan penjaga gawang Ceska ini.


Tapi memang benar kata pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat pada akhirnya akan jatuh juga. Diserang terus-terusan membuat Chelsea kehilangan fokus dan akhirnya Barca berhasil menjebol gawang Cech lewat Sergio Busquets. Agregat 1-1. Semuanya sebenarnya masih baik-baik saja karena Chelsea masih bisa memaksakan perpanjangan waktu dan adu penalti, namun keadaan menjadi sulit ketika John Terry mendapat kartu merah akibat menendang Alexis Sanchez. Aksi Terry memang tak perlu tapi reaksi Alexis sungguh berlebihan dan terkesan diving. Dari sinilah kondisi menjadi makin sulit buat Chelsea karena harus bertahan total dengan 10 pemain. Lubang besar yang ditinggalkan Terry, ditambah juga cedera dari Gary Cahill di awal pertandingan, membuat Barca menambah keunggulan lewat Andres Iniesta. 2-0 Barca, agregat 2-1 Barca.


181496hp2.jpg (570×355)
Insiden yang membuat Terry dikartumerahkan wasit
(Sumber : http://www.goal.com)

Namun di akhir babak pertama, giliran Barca yang melakukan kebiasaan buruknya yaitu kehilangan konsentrasi di pertahanan. Memang, resiko dari menyerang total adalah pertahanan yang longgar. Dan hal ini dimanfaatkan betul oleh Chelsea. Umpan terobosan Frank Lampard berhasil diambil diselesaikan dengan lob yang indah oleh Ramires dan membuat skor menjadi 2-1. Kondisi seperti ini membuat Chelsea lolos berkat gol tandang. Pertanyaannya, sanggupkah Chelsea mempertahankannya dengan hanya 10 pemain?


Jawabannya BISA! Pengorbanan dilakukan oleh Drogba yang akhirnya menjadi bek serba bisa, kadang di kiri kadang juga di kanan. Tapi Drogba juga yang membuat blunder ketika dia melakukan pelanggaran di kotak penalti terhadap Fabregas, walaupun ketika dilihat di replay sudah jelas bahwa Cesc diving. Untungnya Tuhan memang adil, bola “haram” memang tak akan masuk ke gawang. Eksekusi Messi yang biasanya kalem kali ini membentur mistar gawang. Begitu pula tendangan kerasnya di 10 menit terakhir yang hanya mengenai tiang gawang. Sesekali Cech kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai penjaga gawang hebat dengan melakukan penyelamatan penting. Dan Chelsea pun menuai hasil dari kerja keras mereka, sekaligus menghukum Barca akibat melupakan pertahanan. Bola liar hasil clearance pemain bertahan Chelsea berhasil dibawa Torres sendirian dan membuat Chelsea berhasil mencetak gol penyeimbang. 2-2 dan agregat 3-2 untuk Chelsea. Dan secara heroik mereka berhasil lolos ke final lewat perjuangan luar biasa!


Torres beraksi melewati Valdes
(Sumber : http://www.goal.com)



Selamat buat Chelsea dan para pendukungnya. Walaupun saya adalah Liverpudlian tapi saya menjagokan Chelsea untuk meraih trofi Liga Champions musim ini. Terlepas dari status underdog karena akan bertemu Real Madrid atau Bayern Muenchen yang tak kalah mengerikan dari Barca dan banyaknya pemain yang akan absen akibat cedera dan hukuman kartu, Chelsea dan Roberto di Matteo telah menunjukkan kualitas dan mental juara yang luar biasa. Semoga Chelsea bisa mendapat hasil yang manis di final nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s