Wisudaan HME : Dulu, Kini, dan Nanti

Hari Jumat dan Sabtu kemarin tentunya menjadi hari yang spesial buat para wisudawan dan wisudawati di ITB. Kenapa? Karena pada kedua hari itu mereka disambut dan diperlakukan bak raja dan ratu. Mereka mendapat apresiasi tertinggi dari seluruh massa himpunan masing-masing. Pelayanan terbaik coba diberikan kepada mereka semua, mengingat ini adalah saat-saat terakhir mereka berada di ITB. Hasilnya adalah rangkaian acara yang luar biasa dan mudah-mudah menjadi momen yang akan selalu diingat oleh para wisudawan dan wisudawati sampai kapanpun.


Di HME sendiri ada sejumlah rangkaian acara yang sudah menjadi trademark untuk wisuda, yaitu acara malam, acara siang dan arak-arakan. Acara malam biasanya lebih bersifat formal karena mengundang orang tua dan juga dosen. Rangkaian acaranya terdiri dari sejumlah sambutan, penampilan musik, pemutaran video, pemberian award, dan ditutup dengan acara puncak berupa apresiasi kepada orang tua. Yang saya ingat, biasanya untuk acara puncak ini punya template yang hampir selalu sama setiap saat. Wisudawan diminta untuk keluar, kemudian ruangan dibuat gelap lalu diiringi dengan lagu “Bunda” ataupun “Yang Terbaik Bagimu” para wisudawan masuk dan naik ke atas panggung sambil membawa lilin kemudian menyanyikan lagu ataupun membawakan puisi. Lalu setelah selesai para wisudawan turun dan berpelukan dengan orang tua masing-masing. 

Mungkin bentuk acara puncak dari acara malam yang seperti itu saja dipengaruhi oleh tempat wisudaan yang hampir selalu di Arum Manis, Cihampelas. Sejak saya masuk HME hingga sekarang, tempat wisuda hanya pernah pindah sebanyak 3 kali, yaitu saat Wisuda Juli 2010 di Atmosfear lalu saat Wisuda Oktober 2011 serta April 2012 kemarin di Bumi Sangkuriang. Untunglah saat acara malam kemarin ada sedikit inovasi di konsep yang ada. Para wisudawan membentuk hati di area luar dari Bumi Sangkuriang sambil membawa lilin dan tetap menyanyikan lagu “Bunda”. Setidaknya ada yang berbeda dan ini membawa sedikit suasana baru.

Foto oleh Ibrahim Nurokti Al Irsyad

Lantas bagaimana dengan acara siang dan arak-arakan? Sejujurnya saya belum pernah tahu suasana acara siang seperti apa karena saya lebih banyak terlibat di arak-arakan, karena itu saya lebih memilih untuk menceritakan tentang arak-arakan dari waktu ke waktu. Mungkin sebelum masuk ke HME secara spesifik, saya ingin mencoba menceritakan bahwa tradisi arak-arakan di kampus ITB sudah mengalami perubahan (atau pengekangan?) yang sangat signifikan. Dulu arak-arakan sangat ramai dan meriah, dan setiap himpunan mengarak para wisudawan dari kanopi Sabuga lalu naik ke atas kemudian melewati jalan tamansari hingga ke jalan ganesha lalu masuk ke kampus. Ya, arak-arakan dilakukan di luar kampus dan membuat macet jalanan. Bahkan ada himpunan yang menggunakan truk dan pemadam kebakaran untuk mengangkut wisudawan. Saya sendiri sempat merasakan arak-arakan terakhir yang dilakukan melewati jalan tamansari. Setelah itu kebijakan kampus semakin ketat dan memberlakukan sejumlah pelarangan terhadap proses arak-arakan yang selama ini dianggap telah mengganggu kenyamanan publik. Akhirnya konsep pun berubah menjadi semacam bentuk festival dan prosesi pun saat ini dimulai dari saraga, tidak lagi dari sabuga seperti dulu.


gambar diambil dari http://cdn-u.kaskus.us/51/mzfdmalj.jpg

Khusus untuk HME sendiri, ada ciri khas yang menurut saya masih belum bisa tergantikan hingga saat ini : setrum-setruman dan perang air. Konon katanya setrum-setruman dulunya sudah dilakukan sejak masih MBC (kaderisasi calon anggota baru HME), tapi kini hanya dilakukan saat wisudaan. Biasanya saat setrum-setruman ini orang-orang yang berani diminta untuk maju kemudian memegang alat setrum ini sambil menyanyikan sejumlah lagu. Pegangan ini baru boleh dilepas ketika lagunya selesai. Tenang saja, ini masih dalam batas aman sehingga dijamin tidak akan mematikan. 

Dokumentasi Pribadi

Prosesi setrum-setruman ini terus dilakukan bergantian hingga tidak ada yang mau lagi untuk maju ataupun ada yang memulai inisiasi melempar kantong air. Dari sinilah mata acara paling seru yang paling dinantikan selama wisudaan dimulai : PERANG AIR! Saat perang air ini sudah tidak bisa dibedakan lagi antara wisudawan, alumni, swasta, panitia, bahkan kahim. Semua tumpah ruah jadi satu, menyerang satu sama lain dan berbasah-basah ria hingga kantong air habis. Jika sudah habis, penyiksaan selanjutnya dimulai. Biasanya lanjut ke prosesi gesek-menggesek ataupun cebur-ceburan di kolam Indonesia Tenggelam. Dan jika nantinya telah selesai, yang tersisa pun hanyalah sampah-sampah yang berserakan dimana-mana.

gambar diambil dari http://kebebasan.files.wordpress.com/2008/07/arak3.jpg?w=460  

Saya pun masih sempat merasakan beberapa kali perang air di wisuda HME. Kalau saya tidak salah, terakhir kali HME mengadakan perang air adalah saat Wisuda Oktober 2010. Setelah itu kembali terjadi pelarangan yang membuat kami tidak bisa melakukan perang air. Memang isu perang air ini cukup sensitif di ITB. Sejumlah himpunan menentang hal ini karena dianggap tidak ramah lingkungan dan sebagainya. Akhirnya HME pun mengalah, mengingat ada larangan langsung juga dari dosen pembina. Sejak saat itu berbagai inovasi dicoba untuk menggantikan perang air, mulai dari perang koran, perosotan menggunakan terpal berlapis minyak, hingga terakhir kemarin bermain tarik tambang. Namun belum ada yang bisa menggantikan sensasi yang didapat dengan melakukan perang air.


Itulah sedikit gambaran untuk membandingkan seperti apa wisuda sejak dulu saat saya masuk HME hingga sekarang saat saya hampir keluar dari kampus ini. Bagaimana dengan nanti saat teman-teman saya dan juga saya lulus? Apakah ada kejutan yang berbeda dari wisuda-wisuda sebelumnya? Ataupun ada pengekangan yang makin menjadi-jadi sehingga banyak kenangan yang hilang? Saya juga tidak tahu. Yang jelas, saya pribadi merindukan momen-momen wisuda yang dulu pernah saya alami sebagai panitia. Semoga saja ada keajaiban sehingga momen-momen menarik itu bisa saya dapatkan nanti ketika saya lulus. Tapi sekarang tentunya saya harus bekerja keras dulu supaya saya bisa benar-benar lulus. Mudah-mudahan bisa segera terwujud, amin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s