Mereka di Mata Saya (1)

Tidak terasa saya sudah menulis sebanyak 200 kali. Terima kasih buat siapapun yang sudah mampir untuk membaca, berkomentar, ataupun sekedar numpang lewat. Nah, di post ke-200 ini saya mencoba memberikan sedikit testimoni ataupun cerita tentang mereka-mereka yang banyak terlibat dengan saya selama ini (di luar keluarga saya), mulai dari yang pernah berkegiatan bersama saya ataupun kawan-kawan saya. Mereka yang saya tuliskan disini adalah orang-orang yang banyak mengubah hidup saya dan memberikan perspektif yang berbeda dalam menjalani hidup ini. Dan untuk sekarang saya coba awali dengan beberapa sahabat saya sejak SMA yang sudah bekerja sama sejak menjadi Pengurus OSIS. Maaf ya kalau tidak semua saya tulis disini, dan maaf juga jika ada kata-kata yang salah :p


1. Rachmat Fathoni (Mamad)
Saya baru kenal dengan Mamad saat kelas 2 SMA. Tadinya saya berpikir dia adalah orang yang pendiam, karena saat sama-sama menjadi peserta Latihan Kepemimpinan Siswa dia tidak banyak show off dan berargumen. Ternyata saya salah total. Mamad adalah orang yang punya wawasan luas dan juga banyak omong. Saya dan teman-teman yang lain menjuluki dia sebagai “Metro TV berjalan”, karena dia tahu banyak hal sampai-sampai apapun yang kita tanya ke dia sebagian besar bisa dia jabarkan. Mamad juga banyak memberikan perspektif baru yang menarik untuk disimak. Satu hal yang membuat saya sungguh kagum dengannya adalah kemampuan networking-nya yang sungguh luar biasa, sampai-sampai banyak orang menyebutnya dengan sebutan orang paling gaul di SMA 8 dan ITB. Saya dan teman saya Fuad punya sedikit candaan tentang Mamad soal “kegaulannya” ini : disaat saya dan Fuad harus bekerja ekstra keras untuk bisa kenal dengan banyak orang dengan ikut banyak kepanitiaan ataupun event, Mamad selalu bisa one step ahead karena dia selalu punya kenalan yang jauh lebih banyak dibanding kami sekeras apapun kami berusaha. Luar biasa memang! Jadi, kalau kalian ingin menjadi orang yang gaul syaratnya cuma satu : Kenallah dengan Mamad!


2. Ayu Nadia Hanum (Nana)
Bisa dibilang, Nana adalah “pasangan abadi” saya. Karena hampir semua kegiatan di SMA kami kerjakan bersama. Diawali dengan menjadi panitia buka puasa bersama anak yatim, lalu ketua angkatan subsie kemasyarakatan, anggota subsie teksound, peserta LKS, dan pengurus OSIS. Bahkan terakhir kali saya sempat mengisi suatu diklat di SMA 8 bersama Nana. Sungguh erat bukan hubungan kami? Untungnya kami tidak masuk di kampus yang sama dan juga tidak pacaran :p Walaupun dulu sempat ada yang mengira demikian sampai cemburu, hahaha. Anyway, Nana di mata saya adalah orang yang keras dan tidak neko-neko. Dia juga merupakan event organizer kami jika kami ingin mengadakan nginep bareng ataupun jalan-jalan bareng. Sosoknya yang keras dan kepala batu bisa terlihat ketika dulu kami mengikuti seleksi calon ketua OSIS. Disaat semua calon lain menangis karena “dibantai”, tapi Nana tetap tegar dan kuat sampai-sampai tidak menangis. Itulah bukti bahwa dia orang yang strong. Tapi sebenarnya sisi keras Nana itu hanya di luarnya saja, karena sebenarnya jika mengenal dia lebih jauh maka dia adalah orang yang lembut dan ramah, atau bahasa kerennya adalah melankolis. Buktinya sekarang dia banyak terlibat di kegiatan sosial di kampusnya, dan tentunya itu butuh hati yang lembut bukan?


3. Andini Marlita (Andin)
Si kecil yang ceria dan ngegemesin namun moody. Dulu saya sering sekali menjadi “korban” akibat mood Andin yang sering berubah-ubah. Memang kebanyakan karena kesalahan saya yang tidak bisa melihat kondisi dan kebanyakan asal bicara. Pernah suatu ketika saat kami akan ke bandara untuk melepas kepergian salah satu kawan untuk ke Amerika, saya menyampaikan sesuatu yang salah kepada Andin sehingga dia badmood dan mendiamkan saya sepanjang perjalanan, bahkan tetap mendiamkan saya hingga beberapa hari kemudian. Hahaha, kejadian itu entah kenapa masih berbekas di benak saya. Tapi di luar itu sebenarnya Andin adalah sosok yang cepat dewasa dan merupakan teman ngobrol yang asik. Banyak hal yang dulu sering saya ceritakan ke dia, terutama soal percintaan, hehehe. Sayangnya kesibukan masing-masing membuat saya sudah lama tidak ngobrol lagi dengan Andin.


4. Tasya Febi Lovina Harahap (Tasya)
Si Ibu yang satu ini adalah tempat curhat bagi hampir semua orang. Mungkin jika dia membuka biro curhat bisa jadi akan sangat laku karena banyaknya pelanggan, hehehe. Kenapa dia bisa menjadi tempat curhat banyak orang? Because she is a good listener. Dan dia juga cepat sekali memahami tipikal setiap orang, apalagi saya, hahaha. Sosok yang juga hebat, punya wawasan luas dan perspektif yang juga menarik sehingga membuat saya ketagihan setiap ngobrol dengan Tasya, walaupun mungkin saya hanya lebih banyak mendengarkan. Dia juga seorang good advisor sehingga mungkin saja cocok untuk bekerja sebagai konsultan nantinya :)) *ngasal* Seperti halnya Andin, Tasya juga merupakan pilihan saya jika saya butuh teman curhat ataupun ngobrol-ngobrol. Tapi kali ini masalah jarak yang mungkin membuat obrolan kami tidak senyambung ataupun se-intense dulu. Meski begitu, jika ada kesempatan kami juga kerap ngobrol kok. Dan Tasya tetap ramah dan nyaman untuk diajak ngobrol seperti biasa😀


5. Rahmilya Nurinsani (Lya)
Saya dan teman-teman Pengurus OSIS yang lain sempat ditinggal setahun ke USA oleh Lya, karena dia mengikuti program pertukaran pelajar. Meski begitu bukan berarti tidak ada kesan yang tersimpan buat kami. Sama seperti Mamad, saya tadinya juga tidak terlalu kenal dengan Lya, karena dia lebih banyak diam dan mungkin terlihat dingin (sampai sekarang pun begitu, hehehe). Tapi jika sudah lebih kenal dengan Lya tentu akan berbeda ceritanya. Dia juga doyan ngomong kok😀 Lya adalah sosok yang menurut saya termasuk melankolis dan juga punya pandangan-pandangan menarik. Terkadang Lya juga termasuk orang yang random, seperti saat terakhir kali kami bertemu. Hanya berawal dari obrolan via twitter, kami akhirnya bisa berkumpul untuk makan malam bersama di restoran dekat apartemen Lya. Dan semua berawal dari Lya. Hahaha.


6. Renata Permatasari (Renata)
Tukang nebeng waktu SMA bersama Evinka (akan ditulis kemudian). Terkenal dengan kecablakannya sampai-sampai sempat membuat suatu insiden yang tidak bisa saya ceritakan, hehehe. Soal relasi dengan angkatan-angkatan atas dan alumni, dia tidak perlu diragukan lagi kehebatannya. Dari yang masi dekat tahunnya sampai yang tua-tua bisa dibilang dikenal semua oleh Renata. Bahkan dia juga ngefans (atau mungkin lebih dari sekedar ngefans? ;p) dengan salah satu senior waktu kami SMA. Mungkin masih juga hingga sekarang. Sayang sekali cinta memang bertepuk sebelah tangan :p Bakat bisnisnya sudah jalan sejak dulu, mulai dengan menjadi bendahara Pengurus OSIS dan sejumlah bisnis lain yang saya lupa *bener gak ya?* Sekarang pun kalau tidak salah Renata juga sudah mulai membangun sedikit bisnis yang mungkin tak lama lagi akan berkembang. Ah iya, satu lagi. Renata adalah orang yang paling doyan benerin kerudungnya! :)) Saya tidak tahu apakah sekarang ini masih demikian, tapi rasanya sudah empat tahun berlalu seharusnya dia tidak seperti itu lagi, hehehe.


7. Fajar Alya Rahman (Fajar)
Calon bos PLN (sebenarnya ini agak ngasal, tapi mudah-mudahan terwujud ya jar, amin :D). Fajar adalah sosok yang diam-diam menghanyutkan dan punya pandangan menarik. Walaupun dirinya agak homo tapi dia sudah punya pacar kok :)) Orang yang satu ini cukup perhatian sama kita semua dan kerap kali bertanya kapan waktunya untuk kumpul rame-rame. Dia juga sosok yang total dalam bekerja. Saya pernah meminta dia menjadi ketua pelantikan gabungan dimana saat itu saya menjadi ketua kaderisasi gabungannya, dan hasilnya sendiri menurut saya bagus dan memuaskan. Di kampusnya pun setau saya Fajar juga cukup eksis. Dia cukup tahu tentang realita politik di kampusnya yang ternyata tidak berbeda jauh dengan kampus saya dan punya strategi-strategi menarik untuk menghadapi hal-hal tersebut. Tapi tetap saja, untuk urusan eksistensi Fajar masih kalah dengan Mamad :p


8. Evinka Puti Imuri (Evin)
Mbak-mbak psikolog yang satu ini terkenal dengan ciri khasnya : Lebay. Ini karena ekspresi ataupun nada bicaranya kerap kali agak berlebihan dan tak jarang mengundang tawa yang tak kalah lebay. Seperti halnya Renata, Evin adalah penghuni tetap mobil saya jika ingin pulang dari SMA 8. Dan biasanya di mobil itu pasti terjadi obrolan-obrolan dan gosip yang seru sekali, mulai dari gosip si A dan si B sampai hal-hal berbau filosofis. Karena Evin kuliah di jurusan Psikologi maka saya dan teman-teman yang lain mendapatkan sejumlah penjelasan menarik tentang hal-hal ataupun fenomena sosial yang selama ini kami hadapi. Salah satu yang saya ingat adalah tentang psikologi dunia kerja, dimana katanya perselingkuhan itu banyak terjadi di kantor karena banyaknya setiap orang selalu bertemu dan interaksi hampir setiap saat sehingga tak jarang bisa menimbulkan ketertarikan antar lawan jenis. Jangan tanyakan saya kenapa saya sangat ingat tentang poin ini, hahaha. Anyway, saya sebenarnya harus meminta maaf juga kepada Evin karena tidak memenuhi janji untuk hadir di wisuda kelulusannya. Maafkan saya ya vin😦




Well, inilah sedikit cerita dan pandangan saya tentang mereka. Maaf jika tidak semuanya saya tuliskan disini. Saya hanya bisa bilang, terima kasih buat kalian semua yang sudah memberikan warna yang berbeda dalam hidup saya. *ceilah* Yuk ah kita kumpul-kumpul lagi!


Kiri ke Kanan :
Gagas, Mamad, Evin, Renata, Lya (Atas)
Nana, Ajeng, Fajar, Ichsan, Tasya, Aga (Tengah)
Hanum, Andin, Neni (Bawah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s