ITB Fair!

Weekend kemarin merupakan akhir pekan yang cukup sibuk bagi anak-anak ITB. Kenapa? Karena pada 3-5 Februari kemarin ada sebuah event yang KATANYA sih merupakan event terbesar di ITB. Apa itu?


ITB FAIR 2012!


Acara rutin dua tahunan sekali ini sekarang telah memasuki edisi kelima. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ITB Fair menonjolkan pameran karya keprofesian mahasiswa-mahasiswa ITB sebagai nilai jual utama. Namun dalam dua edisi terakhir ada nilai tambah yang coba ditawarkan. Pada edisi 2010, isu community development merupakan masalah yang diangkat, sehingga berbagai mata acara dan lomba yang ada pun diarahkan untuk bisa memperkenalkan masyarakat tentang apa itu community development dan urgensinya. Buntut dari ITB Fair ini adalah ditunjuknya ITB menjadi koordinator isu community development oleh BEM-SI. Dua tahun berlalu, tentu ITB Fair ingin mengangkat hal yang berbeda, karena ITB selalu mengedepankan progresivitas. Karena itu isu besar yang diangkat kali ini adalah tentang sociopreneur, yang pengertian sederhananya adalah bagaimana membuat suatu usaha yang menghasilkan uang namun bisa juga memberi manfaat lebih ke masyarakat (cmiiw). ITB Fair 2012 ini diharapkan menjadi batu loncatan agar kita tidak hanya menjadi seorang entepreneur yang kasarnya hanya memperkaya diri sendiri namun bagaimana kita bisa menjadi sociopreneur yang bisa memberi manfaat besar bagi masyarakat.


Mata acaranya sendiri ada banyak. Saya sendiri tidak hapal karena tidak semua saya hadiri. Saya hanya mencoba memberi sedikit penilaian tentang hari-H acara. Secara umum menurut saya acaranya menarik dan inovatif serta lebih beragam dibanding edisi sebelumnya. Terbukti dengan adanya Pasar Malam yang menyedot banyak sekali pengunjung dan juga tur Fakultas yang menjadi daya tarik bagi siswa SMA yang ingin lebih tahu tentang fakultas-fakultas di ITB. Talkshow Gema Inspirasi juga merupakan nilai tambah tersendiri karena banyak tokoh-tokoh inspiratif yang pemaparannya sungguh menarik dan menggugah, terutama di bagian creativepreneur dimana pada sesi tersebut ada kumpulan orang-orang “gila” (Sudjiwo Tedjo, Raditya Dika, Ernest Prakasa) yang dipadukan dengan orang-orang “kalem & berwawasan luas” (Ridwan Kamil & Bakhtiar Rahman). Rasanya selama talkshow ini memang hanya sesi ini yang paling saya nantikan. Karya-karya yang ditampilkan di ITB Fair ini pun juga bermacam-macam dan sangat menarik. Tentu saja yang paling saya sukai adalah karya-karya dari himpunan saya yaitu HME ITB. Festival Kuliner juga menyajikan berbagai macam kuliner yang sangat sayang untuk dilewatkan.


Sayang, buat saya edisi kali ini kurang ramai pengunjung. Dan ini bukan hanya pendapat pribadi saya sebagai mantan panitia edisi sebelumnya, namun juga banyak pendapat yang saya liat di linimasa twitter saya. Entah karena publikasinya yang kurang gencar atau memang tidak ada target jumlah pengunjung, namun kesan kurang ramai itu cukup terasa di saya. Stand wahana karya yang terkesan seadanya dengan hanya menggunakan kain dan pelayanan yang bisa dibilang buruk saat rehat di Gema Inspirasi juga membuat nilai ITB Fair kali ini dimata saya cukup rendah. 


Tapi sekali lagi, ini hanya penilaian dari pihak luar yang bukan panitia. Tentu teman-teman panitia juga punya penilaian sendiri dan pastinya juga ada evaluasi yang akan dilakukan. Semoga untuk kedepannya berbagai kekurangan yang ada bisa diperbaiki sehingga tujuan mulia ITB Fair bisa tersampaikan dengan maksimal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s