Curhat Sore-Sore

Lagi-lagi saya lama tidak posting di blog saya. Hahaha, maksud hati merutinkan tapi apa daya kemalasan melanda. Tapi tak apa, kini saatnya menulis lagi. Dan tema kali ini adalah CURHAT.


Kepala saya sedang penuh akhir-akhir ini. Bahasa lainnya, kepala saya sedang butek. Banyak hal yang berkecamuk di otak saya yang membuat saya menjadi lelah mental sendiri. Misalnya menahan kekesalan ketika orang lain yang harusnya melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawab mereka malah tidak melaksanakan dengan baik. Ada juga saat dimana saya merasa kesepian dan harus melakukan semuanya sendiri. Bukannya saya tidak percaya orang lain, tapi mereka tidak bisa memenuhi ekspektasi yang saya harapkan. Saya tidak melihat komitmen dan kemauan yang besar dari mereka untuk melaksanakan tanggung jawab yang sudah mereka emban. Namun terkadang saya tak bisa berbuat apa-apa, karena saya lebih banyak merasa kasihan ataupun tidak enak sendiri ketika harus meminta mereka melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawab mereka. Saya merasa bahwa mereka memiliki banyak hal lain yang harus dikerjakan dan menjadi prioritas utama mereka, dan akhirnya saya pun harus mengurungkan niat untuk sekedar menyapa, menegur, dan mengingatkan akan tanggung jawab yang harusnya mereka kerjakan. Saya terkadang berpikir bahwa ini semua bisa saya selesaikan sendiri. Namun ternyata saya salah, karena saya pun punya keterbatasan dan semuanya sudah memiliki tugas serta tanggung jawab masing-masing untuk diselesaikan.

Entah kenapa kondisi ini mengingatkan saya pada masa-masa setahun yang lalu ketika saya masih berkompetisi menjadi pemimpin di himpunan jurusan saya. Saya merasa lemah dan kesepian sehingga harus menyelesaikan segalanya sendiri. Berkaca pada kondisi sekarang, seharusnya saya sudah tahu harus berbuat apa. Mungkin saya baiknya harus sedikit lebih “galak” dan bossy. Namun saya jadi ingat bahwa mungkin kesalahannya ada di saya. Mungkin saya yang tidak bisa memperbaiki cara saya dalam bersikap sehingga orang lain pun menjadi malas ketika harus berinteraksi dan bekerja sama dengan saya. Dan mengutip kata-kata senior saya, mungkin yang saya lakukan selama ini adalah headship, bukan leadership. Karena headshipย adalah ketika kita berhasil mengajak orang lain bekerja sama karena jabatan yang dipegang. Sedangkan leadership adalah ketika kita berhasil meng-encourageย orang lain untuk bekerja sama dengan kita dan meyakinkan mereka untuk melakukan sesuatu dengan purpose yang lebih dari sekedar penuntasan tanggung jawab. (Thanks to @rousyan atas inspirasinya)

Mudah-mudahan kejenuhan ini hanya sementara. Harus diakui bahwa ini tidak baik buat saya, namun ini sudah terlalu lama ditahan jadi mungkin ada baiknya untuk dikeluarkan dulu. Buat kalian yang mungkin membaca dan sedang jenuh juga, tetap semangat dan semoga kita bisa segera bangkit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s