Near Death Experience

Pernahkah anda mengalami suatu kejadian yang membuat anda merasa dekat dengan kematian? Sesuatu yang mungkin paling anda syukuri hingga saat ini? Kejadian seperti ini mungkin bisa disebut sebagai Near Death Experience. Istilah ini saya ambil dari serial FRIENDS, tapi saya lupa episode dan seasonnya. Pada episode itu Ross Geller mengalami kejadian yang dia anggap sebagai Near Death Experience, padahal itu hanya sebuah backfire.


Entah kenapa akhir-akhir ini pikiran saya mengawang-ngawang ke kejadian-kejadian buruk seperti kecelakaan atau semacamnya. Dan pada akhirnya saya jadi teringat salah satu yang paling mengerikan yang pernah saya alami. Kejadian yang layak disebut sebagai Near Death Experience. Kejadiannya sekitar setahun yang lalu, saat saya dan teman saya Dep mengajak teman-teman saya untuk berbuka puasa bersama dalam rangka ulang tahun kami. Kami makan-makan di Hartz Chicken Buffet Bandung, yang sekarang sudah tidak ada lagi. Singkat cerita, kami puas makan sebanyak mungkin dan super kenyang. Saya sendiri agak sedikit tekor saat itu, karena biayanya diluar ekspektasi saya, hahaha.

Setelah selesai makan, ketawa ketiwi, dan foto-foto, kami pun pulang. Karena ada perempuan yang rumahnya agak jauh maka saya ditugaskan untuk mengantar. Entah mengapa saat itu saya sudah amat mengantuk. Saya curiga ada obat tidur yang disertakan di makanan yang ada. Haha, tapi kecurigaan saya tidak beralasan nampaknya. Karena itu, untuk menjaga agar saya tidak tertidur selama perjalanan, maka saya mengajak satu orang lagi. Sialnya, yang saya ajak adalah seorang bernama Handal, sosok yang tidak sehandal namanya. Beliau ini sangat pelupa sekali. Banyak keteledoran yang telah beliau lakukan, namun tidak akan saya ceritakan disini. Intinya kesalahan saya saat itu adalah ternyata si Handal ini adalah orang yang gampang mengantuk juga. Walhasil selama perjalanan justru dia yang tertidur lebih dahulu. Maksud hati ingin ditemani, apa daya malah ditinggal pergi.

Perjalanan mengantar ke rumah bisa dibilang lancar walaupun penuh perjuangan menahan kantuk yang amat sangat. Setelah sampai, tadinya saya ingin memejamkan mata sejenak, namun saya urungkan agar bisa segera sampai dan istirahat di kosan. Namun hal itu sungguh merupakan blunder yang fatal. Mengapa? Karena saat di perjalanan pulang, saya sempat tertidur! Akibatnya sungguh mengerikan, mobil saya sempat masuk ke jalur yang berlawanan. Beruntung saya langsung terbangun dan segera banting setir ke jalur yang seharusnya. Bayangkan jika saya terlambat sedikit saja, mungkin saya sudah mengalami kecelakaan parah dan tulisan ini tidak akan ada.

Ternyata bukan itu saja Near Death Experience yang saya alami. Beberapa kilometer kemudian saya kembali tertidur! Dan kali ini mobil saya kembali masuk jalur yang berlawanan. Namun karena ada separator, maka mobil saya “hanya” naik ke separatornya saja. Namun itu cukup mengerikan buat saya. Bayangkan jika saat itu saya tidak bisa mengendalikan mobil saya, mungkin setelah itu mobil saya akan oleng dan terguling. Hal lain yang mungkin terjadi adalah mobil saya menabrak tiang yang terpasang di separator dan bisa mengakibatkan kecelakaan juga. Saya harus mengakui bahwa saya kembali beruntung saat itu.

Tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, saya akhirnya mampir ke kampus untuk memejamkan mata sejenak sambil membeli makan sahur. Sekitar dua puluh menit saya habiskan untuk mengistirahatkan mata saya sejenak agar bisa fresh saat mengantar si Handal yang tidak handal ini. Singkat cerita, saya berhasil tiba di kosan dengan selamat dan sehat wal’afiat. Alhamdulillah.

Well, itulah kisah saya. Salah satu cerita dalam hidup saya yang mungkin paling saya syukuri hingga saat ini. Hidup memang penuh dengan misteri dan teka-teki. Dan itu adalah kuasa dari Allah, Sang Maha Kuasa. Jika saat itu saya tidak membuka mata, mungkin kondisi saya tidak akan sama seperti sekarang ini. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari cerita saya ini, silahkan anda tentukan sendiri. Satu hal yang pasti : banyak-banyaklah bersyukur. Sekali lagi, Alhamdulillah. Thank You, Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s