Random Writing

Sekarang sudah masuk hari ketiga puasa. Sayangnya justru saya malah lebih banyak menghabiskan waktu dengan sia-sia, alias gabut. Well, ternyata mau KP ataupun tidak, kata “gabut” tetap akrab dengan saya. Tapi at least sekarang-sekarang ini saya bisa mampir ke kampus untuk melihat suasana disana ataupun berkumpul dengan teman-teman, melakukan apa saja yang menyenangkan.

Jika tidak ke kampus, apa yang saya lakukan? Saya memilih untuk membuka laptop dan menonton TV Series. Salah satu favorit saya adalah The Mentalist, TV Series dengan genre kriminal sejenis Castle ataupun CSI. Tokoh utama dari serial ini adalah Patrick Jane, seseorang yang berprofesi sebagai konsultan yang membantu CBI (California Bureau of Investigation) dalam memecahkan berbagai kasus pembunuhan. Plot besar dari cerita di serial ini adalah bagaimana Jane mencoba mengejar seorang pembunuh berantai bernama Red John. Jane sangat terobsesi dengan Red John karena dialah yang membunuh istri dan anaknya sehingga Jane berniat untuk membalaskan dendamnya. Dalam memecahkan berbagai kasus yang ada, Jane memanfaatkan kemampuannya dalam membaca pikiran, perilaku, ataupun fenomena-fenomena yang ada di sekitarnya. Itulah mengapa dia selalu one step ahead dibanding rekan-rekannya di CBI. Ceritanya sendiri cukup menarik buat saya, karena disitu diperlihatkan bagaimana Jane memecahkan berbagai kasus dengan cara-cara yang unik dan memperhatikan detil yang tidak diperhatikan orang lain. Buat anda yang senang dengan TV Series bergenre kriminal seharusnya akan menyukai The Mentalist.

The Mentalist, Starring : Simon Baker

Ketika saya sudah bosan menonton, maka yang saya lakukan adalah membaca buku. Yap, saya senang membaca dan membeli banyak buku. Ironisnya, kadang buku yang saya beli belum sempat saya baca dan saya sudah membeli buku lain. Hahaha. Toko buku seperti memiliki kharisma tersendiri yang membuat saya selalu ngiler setiap datang kesana. Dua hari yang lalu saya memborong 3 buah buku untuk mengisi kekosongan waktu saya. Dan saat ini saya sedang membaca buku “Bepe20, Ketika Jemariku Menari”. Sebuah buku yang diambil dari blog milik Bambang Pamungkas, legenda sepakbola Indonesia. Saya belum membaca banyak, tapi dari beberapa tulisan yang saya baca terlihat bahwa Bepe adalah seorang yang berintegritas, rendah hati, namun punya mimpi yang besar. Dia juga seorang penulis yang bagus. Negeri ini pasti bangga karena memiliki Bepe, salah satu putra terbaik Indonesia di lapangan hijau. Saya tak sabar untuk segera menyelesaikan buku ini.

Ketika Jemariku Menari, by Bepe20
Diluar kedua hal diatas, ada beberapa hal insidental yang saya lakukan. Pekerjaan terakhir saya sebelum disibukkan kembali oleh dunia perkuliahan adalah mengisi materi sebagai mentor di PROKM ITB 2011. Buat yang belum tau, PROKM (Pengenalan Ruang dan Orientasi Keluarga Mahasiswa ITB) adalah rangkaian acara penerimaan mahasiswa baru yang setiap tahun dilaksanakan oleh Kabinet KM ITB. Bahasa simpelnya : OSPEK. Well, saya kurang suka dengan kesan yang timbul oleh kata “OSPEK” karena itu saya lebih memilih untuk tidak memakai kata tersebut. Inti dari PROKM ini adalah bagaimana membuat 3000 mahasiswa baru ITB yang notabene adalah mahasiswa terbaik di institut terbaik (ini yang selalu ditanamkan pada kami, entah kenapa) sadar bahwa mereka memiliki tanggung jawab yang besar kepada masyarakat untuk bisa mengangkat kembali bangsa ini dari keterpurukan. Dan hal itu akan coba disampaikan oleh para mentor lewat materi kemahasiswaan ITB dan sejarahnya. Sebuah materi yang harus saya akui cukup berat jika disampaikan dengan cara yang kuno. Karena itulah, dengan waktu yang terbatas dan melihat anak-anak baru angkatan 2011 yang masih belum tahu banyak tentang ITB maka saya harus berpikir keras untuk mencari cara yang unik agar materi yang ada bisa diserap dengan baik. Harus diakui, saya adalah presentator yang kurang baik, kalau tidak bisa dibilang buruk. Itulah sebabnya saya belajar kepada teman saya, Fuad, tentang bagaimana berkomunikasi dengan baik dan teknik-teknik agar materi ini bisa jadi lebih menarik. Dan saya menemukan beberapa cara. Mudah-mudahan bisa saya terapkan besok.

Baiklah, sekian dulu random writing dari saya. Semoga apa yang saya tulis bermanfaat buat siapapun yang membaca🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s