Home

Sudah lama saya tidak pulang. Pulang ke rumah di Jakarta. Kalau dihitung-hitung, sudah sekitar 2,5 bulan saya “terperangkap” di kota ini. Kepulangan terakhir saya ke Jakarta pun tidak berkesan, karena hanya untuk sekedar mengurusi kawat gigi saya yang sudah menempel lebih lama lagi di gigi saya : hampir 6 tahun. Kapan sih kamu pergi dari gigi saya? Betah banget deh.

Yah, banyak faktor yang membuat saya tidak bisa pulang. Atau mungkin lebih tepatnya memilih tidak pulang. Awalnya banyak kegiatan di kampus, seperti Olimpiade. Sebagai seorang supporter HME yang loyal, saya mencoba untuk tidak melewatkan satu pertandingan pun yang diikuti HME ITB. Ada beberapa sih yang terlewat, namun bisa dibilang saya menyaksikan dan mendukung sebagian besar pertandingan HME ITB. Selain itu saya harus mempersiapkan program kerja di awal kepengurusan baru, jadi saya mengorbankan waktu pulang saya agar hasilnya maksimal.

Di luar itu sebenarnya tidak ada alasan untuk saya tidak pulang, selain mungkin ada kuis di hari sabtu, atau ujian di hari seninnya. Namun terkadang saya merasa tidak nyaman di rumah. Harus diakui saya bukan orang yang cukup dekat dengan keluarga saya. Jarang ngobrol adalah permasalahan saya. Saya kurang terbuka dengan ayah, ibu, dan adik saya. Entah karena malas atau memang saya adalah tipikal pendengar. Entahlah. Selain itu apa yang saya lakukan di rumah memang cenderung monoton : Makan, Nonton TV, ngenet, baca buku, tidur. Hampir tidak ada bedanya dengan di kosan. Kalau memang begitu, buat apa pulang?

Yah, walaupun demikian memang pada akhirnya ada saat-saat dimana saya kangen rumah juga. Sudah lama saya gak mengetahui kabar adik saya, yang sebentar lagi akan melalui UAN. Gak terasa memang. Waktu cepat sekali berlalu. Saya dengar dia sedang menunggu hasil SNMPTN jalur undangan. Entah apa pilihan yang dia ambil. Terakhir kali ngobrol, dia bilang ingin masuk farmasi. Yah, apapun itu saya tetap mendukung yang terbaik buat dia. Ah, saya jadi berpikir. Apa yang sudah saya lakukan sebagai kakak yang baik untuk adik saya? Sepertinya tidak ada. Saya bukan contoh yang baik. Mengajari dia pun kadang malas. Sedih juga. Makanya saya ingin segera pulang. Kebetulan sebentar lagi dia ulang tahun. Dan saya harus menyiapkan sesuatu buat dia. Untuk menebus semuanya. Semoga berhasil.

Ah, jadi menggalau begini, hahaha. Udah dulu deh, sedikit curhatan dari saya. Terima kasih sudah menyimakπŸ™‚

Foto Keluarga, untuk sedikit melepas kangenπŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s