Hari terakhir di 2010? Biasa aja tuh

Tanggal berapa ya sekarang? Oh, 31 Desember toh.
Besok udah masuk tahun baru dong?
Terus kenapa?

Nothing special ah. Gak perlu dirayakan berlebihan. Yang penting perbaikan diri harus ada.
Bahasa kerennya mah, harus progresif. Kayak visi rival saya waktu pemilu cakahim HME. Hehehe.

Kalo gini-gini aja ya gak maju-maju. Jadi harus berkembang. Jangan cuma perut saya saja nih yang berkembang.
Bismillah deh. Semoga bisa jadi lebih baik.

nyaris

Nyaris. Sekali lagi, nyaris.

Kita kembali gagal. Padahal kesempatan di depan mata.
Ah, jika ingin menyalahkan, sudah terlalu banyak yang harus disalahkan.
Semua juga sudah tahu siapa dan apa yang harus dibenahi.
Negeri ini sudah terlalu haus prestasi.
Karena itu tak usahlah ditunggangi ambisi pribadi.
Lihat sendirilah apa yang terjadi.
Ah, buat apa mengingatkan, mereka tak punya hati untuk meresapi, dan tak punya mata untuk mengamati.
Yasudahlah. Tulisan ini hanya sebuah curahan hati belaka. Saya gak berharap muluk-muluk, semoga mereka sadar bahwa Sepakbola bukan kendaraan politik. Saatnya mencari sosok yang tulus, dan memang berkompeten untuk membuat negara ini bangga dengan persepakbolaan negeri ini.

Deja vu Istanbul 2005

Ini video yang sedang hangat-hangatnya saat ini.

Flashback sejenak ke tahun 2005 ketika Liverpool menang secara luar biasa atas AC Milan setelah tertinggal 3 gol di babak pertama.

Pertandingan ini dianggap bisa menjadi inspirasi bagi timnas Indonesia dalam menghadapi leg 2 Final AFF Cup 2010 besok.

Yah, semoga memang deja vu Istanbul 2005 bisa terulang, dan Indonesia bisa meraih hasil yang terbaik.

Indonesia memang bukan Liverpool, toh Malaysia pun bukan AC Milan. Tapi saya yakin seorang Firman Utina bisa memiliki semangat juang yang sama seperti sang legenda, Steven Gerrard.

Mari kita nantikan perjuangan sang Garuda esok.

Seluruh rakyat Indonesia akan selalu mendoakan kalian semua.

Karena You’ll Never Walk Alone.

Resolusi

Hari ini saya pulang ke Jakarta. Akhirnya. Setelah mendekam di Bandung beberapa lama, ada kesempatan pulang walaupun cuma 4 hari. Ya, masih ada tanggungan olimpiade dan membantu Kahim baru saya menyusun rencana setahun kedepan. Mumpung ada waktu buat pulang walaupun sebentar, harus bisa dimanfaatkan. Kumpul-kumpul lagi sama orang tua dan adek, dan kalo ada kesempatan ya bertemu juga sama temen-temen.

Ngomong-ngomong, gak berasa juga sekarang udah tanggal 24 Desember. Sebentar lagi bakal ada pergantian tahun. Biasanya sih masa-masa begini sedang ramai melakukan evaluasi atas resolusi yang dibuat di awal tahun dan kemudian merencanakan resolusi untuk tahun depan. Entah kenapa, terkadang hal ini menurut saya hanya sebuah formalitas saja. Setidaknya buat saya, haha. Tahun kemarin saya punya resolusi untuk bisa menghasilkan uang sendiri karena saya agak malu ketika tahun lalu masih mendapat THR lebaran padahal umur sudah 19 tahun. Hahaha. Ternyata menghasilkan duit itu gak gampang. Akhirnya resolusi yang saya susun dengan teman saya hanya jadi omong kosong belaka. Payah juga. Gak konkret jadinya.

Buat anak ITB, biasanya resolusi awal tahun ini berhubungan juga dengan resolusi untuk semester berikutnya. Biasanya berhubungan dengan niatan untuk memperbaiki semester yang berantakan ini. Biasanya niat yang dimunculkan adalah ingin belajar sungguh-sungguh, gak ikutan banyak kepanitiaan, dan sejenisnya. Namun sayang, niatan tulus itu ternyata hanya diimplementasikan di awal saja. Hahaha. Yah, mungkin emang sudah nasibnya untuk aktif di banyak kegiatan, jadi gak bisa kalo cuma jadi KUPU-KUPU (Kuliah Pulang Kuliah Pulang).

Duh jadi gak nyambung sama cerita awalnya. Hahahaha. Yasudahlah itu saja dulu. semoga bisa diupdate terus untuk kedepannya. Markipul! Mari Kita Pulang!!!!!

Ketagihan

Inilah game yang menemani saya selama beberapa hari belakangan dan membuat saya jadi tidak produktif. Hahaha. Ya, FM 2011. Sebuah game yang sebenarnya simpel : anda hanya perlu mengatur susunan pemain, strategi, membeli dan menjual pemain, lalu anda tinggal leha-leha menunggu hasil pertandingan. Sederhana sekali bukan?
Namun inilah yang membuat ketagihan. Karena simpel, jadi selalu ingin main, lagi dan lagi. Kalau menang jadi pengen menang terus, kalo kalah pengen main terus supaya menang. Itulah yang saya rasakan. Hahahaha. Efeknya luar biasa lah. Bisa membuat saya malas belajar dan ngerjain tubes yang dikejar deadline. Bahkan bisa membuat waktu tidur saya makin berantakan. Tapi berhubung sudah mau libur, jadi gapapa lah ya. Mengisi waktu kosong.
Buat anda yang gak tau mau ngapain pas liburan, main FM bisa jadi salah satu solusi, namun bukan solusi yang disarankan. Kalo emang anda senang berpetualang atau ada kerjaan lain yang lebih produktif, lebih baik lakukan hal tersebut. Trust me, main FM membuat anda tidak produktif, hahaha.

Jangan renggut lambang garuda itu dari kami

Karena bingung harus mengupdate apa di blog saya, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil sebuah tulisan yang saya temukan di milis BigReds. Tulisan ini buatan Bambang Pamungkas, ikon dan calon legenda sepakbola Indonesia, menyikapi polemik yang sedang ramai akhir-akhir ini. Selamat menikmati, dan semoga bisa menggugah nasionalisme anda.

Jangan renggut lambang garuda itu dari kami

Ditulis Oleh: Bepe, waktu: 15 December 2010


Nama saya Bambang Pamungkas, pekerjaan saya adalah pemain sepakbola, dan saya hanyalah lulusan jurusan IPS dari Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Salatiga. Dengan latar belakang yg saya sebutkan tadi, maka saya katakan dengan jujur, jika saya adalah pribadi yg tidak begitu mengerti atau boleh dikatakan buta terhadap masalah hukum, tata negara maupun undang-undang di negeri ini…

Salah satu hal yg paling saya hindari dalam kehidupan saya adalah, mengeluarkan pendapat atau berkomentar pada hal-hal diluar bidang yg saya tekuni. Disamping karena keterbatasan pemahaman saya, hal itu juga di khawatirkan akan menimbulkan persepsi yg salah terhadap hal-hal tersebut..
Akan tetapi hari ini, ada sebuah hal yg sangat menggelitik hati dan perasaan saya. Sebuah hal yg menurut saya tidak seharusnya dipermasalahkan. Akan tetapi pada kenyataannya hal tersebut menjadi sebuah perdebatan publik yg sangat panas, sehingga menimbulkan pro dan kontra di khalayak ramai.

Hal tersebut, tidak lain dan tidak bukan adalah digugatnya keberadaan lambang garuda di dada kiri seragam tim nasional Indonesia, seragam yg selama ini saya (Atau kami lebih tepatnya) kenakan dalam setiap pertandingan. Sebuah lambang, yg dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yg kemudian di disempurnakan oleh Presiden pertama republik ini, yaitu IR. Soekarno..

Adalah seorang pengacara bernama David Tobing yg menggugat kepantasan lambang kebanggan negara Indonesia tersebut menempel di seragam tim nasional Indonesia. Terkesan aneh dan mengada-ada memang, akan tetapi saya yakin jika saudara David Tobing mempunyai argumentasi yg menurut dia benar, sehingga nekat melakukan hal tersebut…

Hal pertama yg melintas di benak saya adalah, gugatan tersebut terkesan salah alamat jika hanya di tujukan kepada tim nasional sepakbola Indonesia. Karena sepanjang apa yg saya tahu dan mengerti, tidak hanya cabang olahraga sepakbola yg menyertakan lambang garuda di seragam nya. Khusus untuk tim nasional sepakbola, lambang garuda itu sendiri sudah ada sejak tahun 1956, ketika tim nasional Indonesia berlaga di olimpiade Melbourne…
Setiap cabang olah raga yg membawa nama Indonesia baik dalam apapun eventnya, “HAMPIR” semuanya menempelkan lambang kebanggan negara tersebut di seragam mereka (Silakan koreksi jika saya salah). Sehingga alangkah lebih tepatnya jika gugatan tersebut di tujukan kepada KONI, yg dalam hal ini menjadi induk organisasi dari seluruh cabang olahraga di negeri ini..
Sehingga, jika memang pencantuman lambang garuda itu melanggar aturan hukum di negeri ini. Maka biarkanlah KONI yg dalam hal ini berkewenangan memberikan himbauan kepada seluruh cabang olahraga, untuk menghapus lambang garuda tersebut, dari setiap seragam yg dikenakan oleh atlet dari seluruh cabang olahraga yg mewakili negara kita…
Jika kita perhatikan dengan seksama, ketika 11 pemain nasional tengah berada di tepi lapangan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Maka barisan pemain tersebut, tidak ubahnya seperti kibaran bendera merah-putih, dengan baju merah menyala, celana dan juga kaos kaki berwarna putih. Warna itu memang sengaja di pilih, agar tim ini mempunyai ciri khas yg mampu melambangkan identitas bangsa ini, yaitu sangsaka merah-putih…

Dan jika lambang garuda tersebut, tidak tidak pantas berada di seragam kami. Apakah kami juga harus menanggalkan seragam kebesaran kami tersebut..?? Karena sepanjang apa yg saya mengerti (Sekali lagi silakan koreksi jika saya salah), kedudukan bendera merah putih lebih tinggi dari lambang garuda itu sendiri, atau setidaknya saya yakin tidak lebih rendah. Dengan demikian, maka rasanya kamipun juga tidak pantas menggunakan dua warna kebesaran tersebut…

Terlepas dari pantas atau tidaknya lambang negara tersebut melekat di dada diri kami, saya ingin sejenak mengajak rekan-rekan untuk meninggalkan polemik yg tengah hangat merebak tersebut. Saya ingin sedikit mengungkapkan tentang arti dari lambang burung garuda tersebut di hati kami, iya di hati para pesepakbola nasional yg berjuang mewakili nama bangsa dan negara…

Bagi kami lambang garuda itu tidak hanya sebuah simbol, akan tetapi juga sebuah pemacu semangat yg tidak ada duanya. Kami memang bangga menggunakan seragam berlambangkan klub kami masing-masing, akan tetapi rasa bangga itu tidak akan pernah sebanding dengan kebanggan kami ketika menggunakan seragam merah-putih berlambang burung garuda…

Terkadang kami memang harus tersungkur, sehingga lambang garuda itu harus kotor oleh tanah dan debu. Sesekali kami juga harus bersimbah-darah, sehingga mungkin lambang garuda itu terkena percikan darah kami. Dan juga sudah barang tentu kami akan berkeringat, sehingga lambang garuda itu basah oleh tetesan keringan kami. Akan tetapi, itu adalah bagian dari cerminan totalitas serta loyalitas kami dalam berjuang atas nama bangsa dan negara ini…

“Memang tidak semua pertempuran dapat kami menangkan, dan juga tidak setiap saat kami mampu memberikan kebanggaan bagi negara ini. Akan tetapi setidaknya, kami adalah anak-anak bangsa yg berjuang dengan tulus ihklas dan sepenuh hati untuk mengharumkan nama tanah tumpah darah yg kami cintai”

Oleh karena itu, secara pribadi maupun sebagai kapten tim merah-putih mewakili seluruh komponen di dalam tim ini, kami mohon “Jangan renggut lambang garuda itu dari kami”. Karena lambang garuda itu telah menjadi saksi dari penjalanan panjang kami, lambang garuda itu telah menemani kami dalam setiap pertempuran kami, dan burung garuda itu adalah sahabat kami yg paling setia baik dalam kepedihan, kebahagiaan, kekalahan maupun kemenangan…

Terlepas dari segala perdebatan dan kontroversi yg meyelimuti seragam yg kami kenakan, hal tersebut tidak akan pernah mengurangi semangat, kebanggan, komitmen serta dedikasi kami dalam berjuang atas nama Indonesia…

Karena pada kenyataannya, simbol burung garuda berwarna emas tersebut “Sudah menjadi bagian dari jiwa dan raga kami”

Selesai..


Sumber : http://bambangpamungkas20.com/bepe/?p=423

teruntuk kedua kawanku

Saya beruntung dan bangga.

Beruntung karena bisa kenal dengan orang-orang hebat seperti kalian berdua.
Dan bangga karena hari ini satu diantara kedua kawan saya ini akan menjadi pemimpin saya dan himpunan saya.

Harapan saya sedikit saja.
Terlalu banyak orang yang sudah berdedikasi untuk himpunan ini.
Terlalu banyak orang yang sepenuh hati mencintai himpunan ini.
Terlalu banyak orang yang memiliki mimpi yang ingin diwujudkan di himpunan ini.
Karena itu jangan sia-siakan harapan mereka. Jangan kecewakan mereka.
Buktikanlah bahwa kita bisa menjadi legenda, seperti janji kita satu tahun yang lalu.

Himpunan ini sudah besar tanpa orang-orang hebat didalamnya.
Karena itu jagalah agar himpunan ini tetap besar.

Cukup ini saja harapan saya. Sekali lagi selamat untuk siapapun yang terpilih nantinya.
Silahkan jika ini dianggap angin lalu saja.

Untuk Taufik Widyanugraha dan Hafsah Halidah.
Calon pemimpin saya setahun kedepan.


Wirawan Agahari, seonggok daging yang akan selalu cinta kepada himpunan ini.

Pesta Akhir Tahun

Yak, sampailah kita pada sebuah pesta besar : Ujian Akhir Semester.
Sebuah pesta yang akan menentukan seperti apa pencapaian kita setelah bekerja keras selama empat bulan kebelakang.
Berbagai respon ditunjukkan oleh tiap orang. Ada yang excited, ada yang pasrah, ada yang bodo amat, ada yang ingin segera selesai, dan berbagai respon lainnya. Yang jelas, suka atau tidak suka, pesta ini harus kita nikmati bersama.
Selamat menunaikan ibadah UAS kawan-kawan! Semoga hasilnya memuaskan dan apa yang kita pelajari selama satu semester ini tidak sia-sia!

Hadiah Sederhana

Terlalu banyak cerita yang saya bagi disini.
Terlalu banyak memori yang saya simpan disini.
Terlalu banyak luka yang saya terima disini.
Terlalu banyak tawa yang saya keluarkan disini.
Terlalu banyak keluarga yang saya temukan disini.
Terlalu banyak mimpi yang saya ingin wujudkan disini.
dan terlalu banyak CINTA yang ingin saya berikan disini.

Terlalu banyak.
Ya, sudah terlalu banyak yang sudah saya dapatkan dari tempat ini.
Terima kasih sudah membuat saya menjadi seperti sekarang ini.
Dan selamat karena hari ini engkau sudah bertambah tua.
Tetaplah berkarya dan terus berbakti kepada bangsa.
Semoga kita terus menjadi juara seperti jargon kita.

Mungkin saya tak akan bisa jadi orang nomor satu disini.
Tapi akan saya buktikan bahwa saya akan terus berdedikasi.
Mewujudkan cinta saya kepada himpunan ini.

Cuma ini yang bisa saya berikan.
Apalah saya ini, hanya seonggok daging yang memenuhi basement labtek 8.

Selamat ulang tahun HME ITB.

Sebuah karya sederhana yang pernah saya buat untuk HME ITB

Refleksi

Saya percaya, semua ini pasti ada hikmahnya.

Saya percaya, pasti Allah punya rencana di balik apa yang terjadi.
Dan saya percaya, ini adalah yang terbaik untuk semua. Untuk saya, untuk HME, untuk 2008, dan untuk semuanya.
Rasa kecewa mungkin ada, tapi tak perlulah berlama-lama.
Benar kata pacar saya, saatnya untuk bersenang-senang dan (tetap) bermanfaat.
Apapun hasilnya, saya akan tetap melakukan yang terbaik untuk HME.
Saya akan tetap menunjukkan cinta saya, loyalitas saya, dan dedikasi saya.
Dan saya akan tetap menyokong siapapun yang terpilih nantinya.
Saatnya menyiapkan diri, menyiapkan angkatan, dan menyiapkan semuanya. Karena perjuangan baru dimulai.