Gaji Pertama : Dua Puluh Ribu Rupiah

Sudah tidak asing dengan uang kertas di atas bukan? Tentu saja. Ini adalah uang dua puluh ribu rupiah. Lantas untuk apa saya capek-capek memfoto uang ini? Apakah saya malu karena kurang ganteng sehingga muka saya harus digantikan oleh si bapak yang ada di uang ini?
Bukan kawan, bukan. Uang ini saya foto karena inilah gaji pertama saya!
Emangnya abis kerja apa? Kok gajinya dikit amat?

Jadi ceritanya di setiap hari Jumat di Kampus Ganesha tercinta kita ini para mahasiswa tingkat 1 yang biasa disebut TPB (Tahap Paling Bahagia) melaksanakan Ujian Tengah Semester. Mata kuliahnya bermacam-macam, yang jelas yang masih dasar-dasar. Nah, Jumat kemarin tibalah saat yang berbahagia, yaitu ujian KALKULUS! Biasanya untuk ujian ini dari prodi Matematika membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengawas ujian kalkulus. Sebagai gantinya didapat honor yang lumayan lah. Berhubung ada kesempatan karena tidak ada kuliah sore jadi saya mencoba peruntungan saja untuk mendaftar menjadi pengawas.
Ini kesempatan kedua saya, setelah dulu saat tingkat 2 pernah mencoba tapi gagal karena terlambat antri. Kali ini harus berhasil, pikir saya. Dan ternyata Allah memberi kesempatan kepada saya kali ini. Lumayan lah, dapet kesempatan nampak di depan anak TPB, hahaha.
Saya mengawas di ruangan 9023, TVST bawah. Saya lupa nama partner saya, yang jelas beliau angkatan 2006 jurusan Matematika. Karena masih amatiran jadi saya hanya mengikuti instruksi saja. Saya mengedarkan absen, membagikan lembar soal dan jawaban, sambil sesekali mengamati adik-adik TPB yang stress dan pusing karena soal kalkulusnya sulit. Hahaha, jadi nostalgia masa TPB dan nostalgia seminggu yang melelahkan karena banyak kuis dan ujian.
Ternyata mengawas ujian cukup membosankan. Kerjaan saya cuma diam dan menunggu dalam ketidakpastian. Hahaha. Ditambah lagi dengan kursi yang hanya satu buah, saya pun terpaksa berdiri karena gak enak dengan yang lbih senior. Sekali lagi, karena masih amatiran jadi saya memang harus lebih banyak berkorban, hehehe.
Singkat cerita selesai sudah dua jam mengawas ujian. Saya kumpulkan lembar jawaban peserta dan setelah dikumpulkan jadi satu dalam sebuah plastik, saya bersama partner saya ini segera menuju tempat pengembalian lembar jawaban ujian dan saya pun menerima gaji pertama saya! Yah, mungkin memang dua puluh ribu rupiah bukan jumlah yang besar, malah bisa saja habis dalam sekali kesempatan, tapi yang penting uang tersebut saya dapatkan dengan usaha saya sendiri, jerih payah saya sendiri. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi saya untuk bisa produktif dan bisa menghasilkan gaji sebenarnya yang jauh lebih banyak. Amin.

2 thoughts on “Gaji Pertama : Dua Puluh Ribu Rupiah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s