Napak Tilas

Aku tak pernah menyangka kalau jalan ini yang aku pilih. Ya, jalan ini bukan pilihan utamaku. Orang-orang yang dekat denganku pasti tau bahwa aku ingin menjadi koordinator divisi Taplok OSKM 2010. Namun entah kenapa, begitu bulan Mei tiba, jalan yang kupilih adalah maju sebagai calon ketua Masa Bina Cinta 2010.
Aku tau apa konsekuensinya. Jika aku terpilih, aku tak bisa mewujudkan mimpiku sejak awal. Namun tak pernah ada jaminan aku bisa menjadi kordiv taplok jika aku tak terpilih menjadi ketua MBC. Dan setelah kupikir lebih dalam, kemungkinanku menang lebih besar dan dengan demikian semakin banyaklah kesempatanku untuk bisa mencetak kader-kader juara yang lebih berkualitas. Maka kubulatkanlah tekadku untuk maju.

Aku mengusung visi SOLIDARITAS, MEMAHAMI HAKIKAT HME dan KEPROFESIANNYA, serta PERUBAHAN UNTUK HME DAN MASYARAKAT. Sebuah visi dari pemikiran yang belum terlalu mendalam, tapi kurasa cukup pas dan bisa diwujudkan untuk skala MBC. Singkat cerita, aku terpilih menjadi ketua MBC 2010. Di satu sisi, aku bersyukur karena mendapat kesempatan menjadi pemimpin. Tapi di sisi lain masih ada sedikit penyesalan. Ya, penyesalan. Sebuah perasaan yang tak boleh ada di dalam benak seorang pemimpin. Tapi kucoba mengikis perasaan itu, dan kutatap masa depan yang aku yakin akan luar biasa.

Harus diakui, sepanjang perjalanan membuat konsep hingga eksekusi banyak sekali pembelajaran yang bisa kudapat. Mungkin ini sebabnya kenapa Allah memberikanku jalan ini. Mulai dari bagaimana aku harus meyakinkan panitia tentang konsep yang ada, konflik internal, permasalahan dengan dosen hingga 2 kali bahkan sampai terancam sanksi, kepercayaan panitia dan peserta yang sudah semakin turun, dan segala macam konfliknya. Penyesalan memang selalu datang belakangan. Tapi itu juga jadi pembelajaran, bila aku mendapat kesempatan lain aku tidak boleh mengulangi segala kesalahan yang lalu. Aku tidak boleh menganggap diriku lemah. Aku harus lebih tegas dan berani mengambil sikap. Aku harus menjadi tempat bersandar teman-temanku, bukan menunjukkan kelemahanku.

Sekarang semuanya sudah berakhir, aku tinggal mempertanggungjawabkan apa yang telah kupersiapkan selama 4 bulan ke belakang. Harapanku cuma satu : Semoga adik-adikku ini menjadi adik-adik yang luar biasa dan bisa lebih baik dariku dalam menyusun MBC berikutnya.

Sebuah napak tilas singkat dari seorang yang belajar banyak dari apa yang dia alami empat bulan kebelakang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s