Mau Maafin Gw Gak? (Catatan Mudik #4)

Yak, waktunya menulis kembali. Berhubung saya sedang bosan menulis kegiatan harian saya di Jogja hari ini, jadi saya menulis tentang yang lain aja yah. Bukan berarti hari ini membosankan, sangat menyenangkan malah sampai-sampai membuat saya buncit, haha. Tapi saya ingin membuat sesuatu yang beda dibanding kemarin-kemarin aja.
Yang namanya lebaran biasanya selalu ramai dengan ucapan mohon maaf lahir batin. Medianya pun bisa macam-macam, mulai dari yang konvensional seperti kartu lebaran, surat, sampai yang modern seperti SMS, Kartu elektrotenik via FB, Status FB, notes FB, twitter/plurk, dan mungkin lewat BBM (saya gak tau soalnya bukan pengguna BB, hehe). Kontennya pun bermacam-macam, mulai dari yang serius, sampai yang agak sedikit nyeleneh ataupun ngelawak. Yah, yang penting kan niatnya. Semoga saja niatnya memang tulus memohon maaf. Saya sendiri karena sedang bosan (ataupun malas?) membuat yang aneh-aneh, maka dari saya simpel ajah ucapannya :
                Kalo kata upin ipin : Dua tiga ikan asin, mohon maaf lahir batin😀

                Selamat lebaran, maafin saya yah😀 Dimaafin yak, dimaafin J
Cukup simpel bukan? Yah, setidaknya buat saya sendiri, hehe.
Biasanya sms sperti ini saya kirim ke banyak orang ataupun sebagai sms balasan jika ada yang mengirim duluan. Tapi sepertinya sekarang orang-orang sedang tidak suka jika dikirimkan sms ke banyak orang. Setidaknya itu yang saya baca di twitter. Para pengguna BB menganggap kalo ngirim BM rasanya gak ikhlas ajah, gak ngena. Kesannya formalitas. Efektivitasnya dianggap mendekati nol persen. Haha, luar biasa yah. Ternyata kata maaf itu harganya mahal. Orang-orang sekarang lebih suka kalo minta maafnya personal, nyebut nama. Dianggap lebih serius dan mendalami apa arti maaf sebenarnya. Dan saya pun mendapatkan beberapa sms dengan nama panggilan saya. Pasti mereka gak hanya mengirim ke saya. Dan itu bukti bahwa mereka serius memohon maaf. Subhanallah. Luar biasa.
Ngomong-ngomong tentang minta maaf secara personal, hari ini saya mendapat sms yang cukup unik. Dari teman saya, Gamma Adam Firdaus, TM08. Isinya begini :

                Ga, mau maafin gw ga? -gamma-
Haha, tiba-tiba saya jadi tertawa sendiri. Smsnya simpel sebenarnya, jauh lebih simpel dibanding apa yang udah saya buat. Tapi maknanya mengena banget menurut saya. Gak sekadar formalitas seperti yang sudah-sudah. Ah, saya jadi malu sendiri. Kebanyakan sms yang saya kirim ya begitu, yang penting menyebarkan ke banyak orang. Tanpa melihat apa makna dibalik kata maaf itu sendiri. Maaf itu bisa dibilang awal dari membentuk silaturahmi yang terputus karena suatu kesalahan ataupun masalah. Nah, apa yang ditunjukkan teman saya ini buat saya cukup mewakili pengertian diatas. Membuat saya jadi ngobrol gak penting sama dia. Haha. Mungkin emang harusnya gak usah lah pake kalimat yang neko-neko. Simpel dan konkret kyk gini nampaknya udah cukup.
Yah, seperti apapun ucapan maaf kita, semoga kesalahan kita semua dimaafkan yah. Terkadang memaafkan itu lebih sulit daripada meminta maaf, saya akui itu. Dan saya sendiri berusaha untuk menjadi ikhlas dan memaafkan segala kesalahan temen-temen saya. Percayalah, ikhlas itu lebih plong!
Happy Lebaran! J

Ditulis pada 11 Sept 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s