Takbiran yok! (Catatan Mudik #2)

Yak, setelah sebulan berpuasa, malam yang dinantikan tiba juga. Malam takbiran. Pertanda bahwa esok hari kemenangan akan datang. Kalo kata seorang teman, malam ini bisa dibilang malam paling membahagiakan sekaligus paling menyedihkan. Yah, mungkin menyenangkan karena akhirnya besok gak puasa lagi😀 selain itu juga membahagiakan karena esok hari kemenangan telah tiba, pertanda bahwa kita insya Allah akan kembali suci esok hari, dan esok adalah saat yang tepat untuk memulai semuanya dari nol lagi, seperti kata iklan pertamina. Menyedihkan karena kita harus segera berpisah dengan bulan penuh berkah dan ampunan ini, bulan dimana setiap perbuatan kita adalah ibadah, dan segala kebaikan yang mungkin terlalu banyak untuk bulan Ramadhan ini. Ibarat osjur, esok adalah pelantikannya. Dan kaderisasi sebenarnya baru dimulai. Tantangannya adalah sejauh mana kita bisa menerapkan nilai-nilai yang sudah dipelajari selama Ramadhan. Yak, disinilah tantangannya. Mudah-mudahan kita cukup mampu untuk mengaplikasikan semuanya, tidak hanya di bulan Ramadhan ini.

Tidak ada yang terlalu spesial di Ramadhan hari terakhir ini. Ah, mungkin bedanya adalah saya sekeluarga bersantap sahur di Hotel tempat kami menginap di Klaten. Santap sahurnya khas sekali : Nasi gudeg. Haha, lumayan lah. Udah lama gak menyantap gudeg Jogja. Dan setelah sahur pun saya langsung terlelap. Haha, mungkin karena efek terlalu lelah kemarin. Bangun-bangun jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Segera saja saya beranjak dan menikmati suasana pagi Klaten di depan kamar. Saya ambil novel Negeri 5 Menara dan MP3 player yang selalu setia bersama saya. Kisah di novel ini sungguh menarik perhatian saya. Tema yang diangkat gak jauh-jauh dari pendidikan ternyata, hal yang selalu saya tekuni selama di Bumi Ganesha. Ah, semakin tak sabar untuk segera menyelesaikannya.

Siangnya, kami mengajak sepupu saya untuk membeli baju baru. Namanya Uul. Ya, Uul. Bukan Aul atau Ijul. Bukan pula Maul. Ah, itu semua kan nama teman-teman saya. Ngapain juga dibeliin baju baru. Saya aja belum dapat baju baru. Hahaha. Anyway, si Uul ini masih kecil, yah kalo saya tidak salah sekitaran SD lah. Jadi mau aja dia waktu diajak belanja. Tadinya mau belanja di Toserba Ramai, tapi mungkin Klaten ini terlalu ramai sampai-sampai Toserba Ramai ini tidak kunjung tergapai. Yasudahlah, kami akhirnya meluncur ke Plaza Klaten. Jauh-jauh ke kota peraih Adipura, perginya ke Plaza juga, hahaha. Nyokap langsung meluncur ke Matahari dan dengan sigap membelikan sejumlah pakaian baru untuk si kecil Uul ini. Entah kenapa saya tidak tahan dengan suasananya. Sumpek dan crowded banget. Mungkin karena H-1 Lebaran yah, jadinya pada kalap belanja semua. Jadi inget sejenis ikan, ikan kakap *gak penting.

Iseng-iseng sambil ngabuburit, kami jalan-jalan ke museum gula. Aduh, namanya apa ya, saya lupa. Oh iya, Gondang Baru namanya. Jadi dulunya ini pabrik gula, tapi akhirnya dijadikan museum. Horor banget bentuknya, sepi pengunjung juga. Yah, tapi lumayan sih, banyak benda-benda menarik yang bisa jadi objek foto-foto. Nah, karena namanya museum, pasti ada guidenya juga dong. Sejujurnya saya gak terlalu ngedengerin. Saya lebih interest keliling-keliling dan mencari-cari yang menarik. Entah kenapa di museum gula ini saya menemukan mesin jahit. Haha buat apa coba, saya pikir. Ada juga berbagai jenis kalkulator dari yang kuno sampai yang agak modern. Yang cukup miris, ada peta persebaran pabrik gula di Pulau Jawa, dan dari sekian banyak hanya tinggal empat atau lima yang masih survive, termasuk museum gula ini. Gila, yang masih beroperasi aja kondisinya kayak gini, gak kebayang deh kalo yang udah mati.

Ngabuburit kami lanjutkan dengan mencari santapan berbuka untuk dimakan di rumah nanti. Tujuan kami seperti biasa : Bebek goreng. Mantab deh! Ini udah jadi makanan wajib setiap kami mudik. Dan rumah makannya selalu sama. Entahlah si penjualnya hapal atau tidak. Hohoho. Setibanya di rumah, saya langsung tumbang. Mungkin terlalu lelah. Yasudahlah, tidur sajah.

Waktu berbuka pun tiba. Santapannya sederhana : Kolak pisang dan teh hangat. Mantab. Tak lupa makan berat berupa bebek goreng. Nyaaam :9 Saya sekeluarga tak lupa menyempatkan diri untuk shalat Maghrib dan Isya berjamaah di masjid. Dan seperti biasa, ritual tiap menjelang hari raya pun dimulai. Takbiran. Banyak anak kecil yang ikutan takbiran disini. Suaranya masih lugu dan lucu. Terkadang tak beraturan. Bahkan ada yang berebutan. Ah, kepolosan mereka memang terkadang menyebalkan, tapi itulah yang menarik. Seringkali saya kesal sendiri jika di masjid banyak anak kecil yang berisik dan susah diatur, tapi kalau dipikir lagi gak masalah, yang penting mereka mengenal kewajiban dasar mereka sebagai seorang muslim, dan semakin dewasa mereka akan semakin mengerti. Anyway, malam takbiran kali ini mengingatkan saya pada masa kecil dulu, dimana saya sering ikutan takbiran di masjid deket rumah bareng temen-temen. Asik juga ternyata. Suara kita didengar orang seantero kompleks, hehe. Kangen masa-masa itu deh.

Ritual yang tak lupa dilakukan saat malam takbiran adalah sms lebaran. Trennya memang terus berkembang sih. Kalo biasanya lewat kartu ucapan, trus lewat sms, FB, Twitter, dan sekarang lewat BM dari BBM. Haha, yang penting apa yang disampaikan sih. Tapi entah kenapa, tahun ini saya sedang bosan dengan kata-kata bijak dan segala macamnya. Saya lagi pengen yang simpel aja. Kalo kata teman saya yang lain : “Kalau gak simpel, dan masih ribet, trus malah bikin pusing sendiri, itu namanya bukan solusi!” Haha agak gak nyambung sih, tapi saya mencoba untuk mulai berpikir simpel. Kontennya gak penting, tapi Insya Allah niatnya tulus. Jadi sms saya simpel wae : “Selamat Lebaran! Maafkan saya yah! Dimaafkan yah, dimaafkan J

Haha, gak berasa tulisan ini kepanjangan. Yasudahlah, diakhiri saja. Selamat menikmati malam takbiran dan menikmati hari kemenangan. Sebagai penutup, saya sampaikan salam lebaran dari Upin & Ipin :
            Dua Tiga Ikan Asin, Mohon Maaf Lahir dan Batin J
Ditulis 9 Sept 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s