Tangis

Hei Ibukota!


Ada apakah gerangan denganmu hari ini?

Mengapa engkau begitu bersedih sampai-sampai air matamu tergenang dimana-mana?

Apakah engkau bersedih karena para penguasa yang seenaknya sendiri?

Apakah engkau bersedih karena Ramadhan sebentar lagi berakhir?

Apakah engkau bersedih karena mulai ditinggalkan para penghunimu?

Ataukah engkau bersedih karena tidak suka melihat aku dalam kondisi terus-terusan terpukul?

Maafkan saya, Jakarta. Maaf jika engkau bersedih karena aku.

Bantulah aku untuk bangkit lagi. Dan aku berjanji aku akan lebih baik lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s