Normalisasi

nor·ma·li·sa·si n tindakan menjadikan normal (biasa) kembali; tindakan mengembalikan pd keadaan, hubungan, dsb yg biasa atau yg normal: (Source : KBBI online)



Normalisasi merupakan sebuah kata yang akrab bagi para mahasiswa tahun ketiga jurusan Teknik Telekomunikasi. Terutama bagi yang mengambil mata kuliah Medan Elektromagnetik II.


Normalisasi dilakukan agar harga impedansi medan total dapat dipetakan ke bidang yang terbatas, yaitu Smith Chart. Smith Chart sendiri merupakan solusi grafis yang merepresentasikan impedansi medan total dan koefisien refleksi.


*Percayalah kawan, saya tidak mengerti apa yang saya tulis


Tapi bukan normalisasi pada pengertian kedua yang ingin saya lakukan. Saya ingin melakukan seperti pengertian pertama. Menjadi normal kembali. Keluar dari semua kegalauan, kelabilan, dan kesampahan ini. 


Saya banyak ditegur oleh teman-teman saya, kenapa saya seperti ini. Saya gak mau cerita sekarang. Atau mungkin gak akan saya ceritakan. Capek juga ternyata kalau saya seperti ini terus. Cuma merasa sakit, sedih, stress, tanpa solusi dan perubahan.


Mana janji lo untuk konkret dan produktif, Ga?


Yaudahlah. Saya jadi nyadar juga. Smua yang saya lakukan gak baik buat diri saya. The show must go on. Masih banyak potongan puzzle kehidupan yang harus saya susun kedepannya. Kalau saya gak bergerak dari sekarang, bisa-bisa puzzlenya gak utuh.


Bismillah. Dengan postingan ini, saya mencoba untuk menormalisasikan diri saya. Semoga berhasil.

One thought on “Normalisasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s