Hilang

Minggu pagi. Matahari bersinar cerah.
Seperti sebuah nyanyian dalam sebuah iklan yang dulu sering saya dengar.


Rencana saya pagi ini sebenarnya sudah saya atur. Membuat proposal PKM yang sudah terbengkalai. Padahal deadlinenya 20 September, which is hari pertama kuliah setelah libur. Kalo gak dikerjain dari sekarang bisa dipastikan gak akan kelar. Jadi harus diniatkan.

Saya bangun jam delapan. Seperti nama SMA saya, SMA Delapan. #gakpentingparah
Begitu membuka laptop, yang saya lakukan pertama malah membuka ym, fb, twitter, tumblr, blogspot, dan ย gmail. Tapi tidak membuka file PKM. Hahaha. Parah.

Lagi asik-asik browsing sambil ngerjain proposal *bukan sebaliknya* saya mendapat sms. Cukup membuat saya agak panik.

“Ass, maaf saya mamanya diza, mau tanya diza ada sama aga gak …mks”


Wah, ini anak kemana, saya pikir. Berhubung saya memang gatau, jadi ya saya jawab aja apa adanya. Dialog pun berlanjut, dan sampai pada kesimpulan bahwa kawan saya yang bernama Aldiza ini semalam tidak pulang ke rumah pasca reunian Delapan 2008. Ponselnya pun tak bisa dihubungi karena mati.

Merasa punya hutang sebagai teman baiknya, maka saya menawarkan bantuan untuk mencari tau keberadaannya. Saya awali dari dua orang teman yang sering bareng sama dia, Fitrandi dan Utomo. Dari keduanya saya tidak mendapat info apa-apa, namun saya minta bantuan mereka untuk mencari. Tak lupa saya menyebarkan via twitter untuk mempermudah pencarian. Karena yang saya tau sih, orang kalo ada apa-apa skarang langsung post di twitter, jadi pasti responnya cepat.

Tweet saya kira-kira seperti ini :
ada yang kemarin pulang bareng @dizaartama? dimanakah dia sekarang? soalnya dicari ortunya, belom pulang sejak reunian


Kontan responnya langsung heboh. Bukan heboh karena mengetahui dimana dia sekarang, tapi bertanya-tanya dimana dia berada. Haha, dalam sekejap timeline jadi penuh dengan mention teman saya yang satu ini. Mulai dari yang me-retweet, nanyain kenapa, sampai mengeluh karena timelinenya penuh. Hahaha. Maafkan saya kawan-kawan! Tapi terima kasih juga atas bantuannya๐Ÿ˜€

Sepuluh menit berlalu, saya mendapat kabar dari Utomo bahwa Diza menginap di rumah kawannya, dan HP dalam keadaan mati. Langsung saja saya laporkan kepada ibunya. Yah, walaupun belum pasti, paling tidak sudah ada kabar.

Bahkan hingga postingan ini selesai ditulis, Aldiza belum juga pulang. Ckckck, bener-bener bikin panik.
Yasudahlah. Minimal ada kabar gembira : Deadline pengumpulan proposal PKM diundur. hahahaha. Alhamdulillah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s