mulutmu harimaumu

Mulutmu harimaumu. 

ah tapi udah gak jaman kalo sekarang mah.
karena jamannya udah online, jadi yang ngetrend itu “wall post-mu harimaumu” atau “tweetmu harimaumu”.
tapi bener deh. yang namanya statement berupa perkataan atau tulisan bisa mengandung berbagai akibat.
salah-salah ada yang bisa tersakiti loh, dan akibatnya fatal.

maaf yah, buat yang pernah tersakiti sama kata-kata saya.
baik saat saya ngomong langsung, ataupun via wall post atau tweet.
mungkin emang dasar sayanya ajah yang gak peka.
dasar sayanya juga yang seneng bercanda.
jadi kalo saya nakal ya disentil atau dicubit ajah.
tapi berhubung saya bukan anak kecil jadi disentil atau dicubitnya pake cara yang pas yah.

ditulis ditengah rasa bersalah saya karena berkata yang tidak seharusnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s